Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (07 April 2014)

Philippe Broianigo Mundur dari Hero

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk (HERO) Philippe Broianigo resmi mengajukan pengunduran diri. Stephane Deutsche akan dinominasikan sebagai pengganti Philippe terhitung pada 1 Juli 2014. Direktur PT Hero Supermarket Tbk Arief Istanto mengatakan, persetujuan pemegang saham atas pengunduran Philippe Broianigo dan penunjukan presiden direktur yang baru akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada Mei mendatang. Sepanjang 2013, Hero Supermarket mencatat laba kotor tumbuh 17% pada tahun 2013 yaitu Rp2,84 triliun dari periode sebelumnya Rp2,43 triliun. Sementara pendapatan bersih perseroan tahun 2013 tercatat naik menjadi Rp11,9 triliun, naik 13,23% dibandingkan periode 2012 Rp10,51 triliun.

Bosowa Rencana Akuisisi Saham Bukopin 11,43 Persen

Bosowa Corporation (Bosowa) merencanakan untuk mengakuisisi saham PT Bank Bukopin Tbk sebesar 11,43 persen dari Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo). Adapun rencana akuisisi saham Bukopin itu diharapkan akan semakin memperkuat kemitraan strategis antara Bosowa dan Bukopin untuk tetap fokus mengembangkan pasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terutama di Indonesia bagian Timur. Dan dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata nasional, prospek sektor UMKM di Indonesia bagian Timur cukup besar. Sesuai PPJBS, Bosowa akan membeli 11,43 persen saham Bukopin. Keputusan final akuisisi itu masih menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bukopin dan Bosowa. Hal ini merupakan syarat dalam PPJBS yang harus dipenuhi untuk memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BCA Bagikan Deviden Rp2,9 Triliun

PT Bank Central Asia (Tbk) melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2014 memutuskan untuk membagikan deviden kepada para pemegang saham sebesar Rp2,9 triliun atau 20,7 persen dari laba bersih pada 2013 Rp14,3 triliun. RUPST menyepakati jumlah dividen yang dibagikan tersebut dengan nilai dividen sebesar Rp120 per saham. Tapi yang akan dibayarkan Rp75 per saham karena interimnya Rp45 per saham. RUPST juga menerima Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Perseroan 2013. Selain itu, BCA juga memiliki susunan direksi baru di mana perseroan tersebut menunjuk satu direktur baru yakni Rudy Susanto yang menggantikan direktur sebelumnya Renaldo Hector Barros. Renaldo sendiri sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri pada 31 Mei 2014 yang lalu dan akan disetujui pada Juni mendatang.

Bank OCBC NISP Tidak Bagikan Deviden

Bank OCBC NISP melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2014 memutuskan untuk tidak membagikan deviden kepada para pemegang saham dan laba yang diperoleh pada 2013 akan kembali diinvestasikan. Karena diyakini rencana pertumbuhan bisnis yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan memerlukan investasi cukup besar dalam penguatan infrastruktur untuk mendukung perkembangan bank. Pertumbuhan kinerja yang positif OCBC NISP pada 2013 terlihat dari peningkatan aset sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp97,5 triliun. Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp63,9 triliun atau meningkat 21 persen. Dengan pemberian kredit yan sangat selektif dan dengan prinsip kehati-hatian, lanjut Parwati, pihaknya juga berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,7 persen pada 2013, menurun dibandingkan tahun sebelumnya 0,9 persen.

PT Telkom Setor Deviden Rp9,9 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp9,9 triliun yang dialokasikan dari laba bersih tahun 2013 sebesar Rp14,2 triliun. Dividen tersebut senilai Rp102,3 per lembar saham atau 4,5 persen dari harga saham senilai Rp2.260 per 3 April 2014. pada tahun 2013 perusahaan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp82,9 triliun, meningkat sebesar 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Saat yang bersamaan perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,5 persen menjadi Rp14,2 triliun. Dibanding pencapaian tahun sebelumnya, laba bersih sebelum bunga pajak depresiasi dan amortitasi (EBITDA) tumbuh 8,6 persen menjadi sebesar Rp43,6 triliun.

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *