Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (05 Maret 2014)

Siantar Top Terbitkan Obligasi Rp 250 Miliar

Obligasi sebesar Rp250 miliar yang juga merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan nilai maksimal sebesar Rp1 triliun,  diturunkan perusahaan sektor konsumen PT Siantar Top tahun ini yang akan digunakan untuk mengembangkan usaha misalnya pengadaan mesin baru dalam meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Diakui pihak Siantar Top, penerbitan tersebut mengalami penurunan dikarenakan kondisi pasar yang dinilai belum stabil menyusul diadakannya Pemilu dibanding dengan yang diterbitkan tahun lalu. Adapun kebutuhan dana PT Siantar Top untuk ekspansi sebesar Rp400–Rp500 miliar. Sisa kekurangan kebutuhan dana perusahaan akan didapat dari pinjaman perbankan. Pada kuartal tiga 2013, Siantar Top juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp111 miliar meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp74 miliar. Penjualan bersih sebesar Rp1,247 triliun, juga mengalami kenaikan dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp916 miliar.

BTPN Bayarkan Bunga Obligasi Rp 14,9 Miliar

PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BTPN) telah membayarkan bunga obligasi tahap keempat atas penerbitan obligasi berkelanjutan I dengan tingkat bunga tetap tahap III tahun 2013 sebesar Rp 14,9 miliar. Pembayaran bunga tersebut merupakan pembayaran dari obligasi berkelanjutan I Bank BTPN dengan tingkat bunga tetap tahap III/2013 seri A senilai Rp6,69 miliar dan seri B senilai Rp8,25 miliar. Obligasi seri A diterbitkan dengan nilai Rp 350 miliar dengan kupon 7,65%, sedangkan obligasi seri B diterbitkan senilai Rp400 miliar dengan 8,25%. Sementara itu, tanggal jatuh tempo obligasi seri A pada 5 Maret 2016. Adapun obligasi seri B akan jatuh tempo pada 5 Maret 2018.

Grup Sinar Mas Perbesar Investasi Jadi US$ 300 Juta

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), unit usaha Grup Sinar Mas, meningkatkan investasinya di proyek pembangkit listrik (power plant) menjadi US$ 300 juta dari sebelumnya US$ 200 juta. Proyek itu akan berlangsung hingga 2015, dan perseroan akan membangun pembangkit listrik di Sumatera Selatan tahun ini dengan nilai investasi mencapai US$ 200 juta. Dan hingga saat ini Sinar Mas tengah menjajaki proyek pembangkit listrik berkapasitas 2×50 Mega Watt (MW) di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. Nilai investasi mencapai US$ 100 juta. Menurut dia, dana untuk ekspansi power plant berasal dari pinjaman bank sebanya 70%. Sisanya sebanyak 30% dari kas internal. Adapun pada 2014, perseroan menganggarkan capex sebesar US$ 270 juta, lebih tinggi dibandingkan realisasi capex tahun lalu sebesar US$ 100 juta.

Semen Indonesia Usulkan Dividen Hingga 50%, Semen Baturaja 20%

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengusulkan pembagian dividen sebesar 30-50% dari laba bersih sebesar Rp 5,3 triliun selama 2013 atau tumbuh 10,8% dibandingkan 2012 senilai Rp 4,8 triliun. Sementara itu, BUMN lain PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) akan membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih 2013 Rp 312 miliar.  PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengusulkan pembagian dividen sebesar 30-50% dari laba bersih sebesar Rp 5,3 triliun selama 2013 atau tumbuh 10,8% dibandingkan 2012 senilai Rp 4,8 triliun. Sementara itu, BUMN lain PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) akan membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih 2013 Rp 312 miliar. Adapun pendapatan perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara itu juga meningkat 25% menjadi Rp 24,5 triliun dari Rp 19,5 triliun. Peningkatan kinerja keuangan Semen Indonesia ditopang oleh kenaikan volume penjualan semen sebesar 27% menjadi 27,8 juta ton pada tahun lalu. Adapun pangsa pasar perseroan naik menjadi 44%.

Mutiara Hanya akan Dihargai Rp 3-4 T

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali membuka secara resmi penawaran penjualan saham PT Bank Mutiara Tbk. Sesuai perintah undang-undang, penjualan pada tahun ini dapat dilakukan tanpa mengacu pada nilai penyertaan modal sementara (PMS) yang telah dilakukan LPS sebesar Rp 7,95 triliun. Harga penjualan Bank Mutiara pun diperkirakan jauh berada di
bawah nilai PMS tersebut. Sesuai dengan perintah undang- undang, penjualan saham Bank Mutiara pada tahun ini memang dapat dilakukan dengan mekanisme harga terbaik, tanpa mengacu pada nilai PMS Bank Mutiara sebesar Rp 7,95 triliun. Jika dilepas pada tahun ini dengan mekanisme harga terbaik, menurut dia, harga Bank Mutiara hanya akan ditawar di kisaran Rp 3-4 triliun. Sesuai dengan perintah undang- undang juga, penjualan saham Bank Mutiara pada tahun ini memang dapat dilakukan dengan mekanisme harga terbaik, tanpa mengacu pada nilai PMS Bank Mutiara sebesar Rp 7,95 triliun. Jika dilepas pada tahun ini dengan mekanisme harga terbaik, menurut dia, harga Bank Mutiara hanya akan ditawar di kisaran Rp 3-4 triliun.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *