Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (03 Juni 2014)

Sierad Produce Targetkan Laba Bersih Rp 15 Miliar

Produsen produk terintegrasi di sektor pertanian, PT Sierad Produce Tbk (SIPD) pada tahun 2014 menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun dan laba bersih Rp 15 miliar.Untuk mencapai target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 90 miliar.Emiten produsen pangan berbasis unggas terpadu tersebut berencana menggunakan capex untuk pengembangan bisnis di dua segmen, yaitupoultry(daging unggas) dan makanan.Untuk segmenpoultry, perseroan akan membanguncommercial farmdi Jawa Barat, sedangkan untuk segmen makanan, perseroan berencana menambah gerai BelMart (minimarket ayam segar) dan melakukan pembelianequipmentdanfreezerdi Belfood.

Bukit Asam Kaji Usaha Perkebunan dan Properti

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengkaji diversifikasi usaha ke bidang perkebunan dan properti. Hal itu untuk menjaga pertumbuhan kinerja badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.Diversifikasi usaha itu kemungkinan terealisasi paling cepat pada 2018. Hal itu sejalan dengan rencana perseroan menjadi perusahaan terintegrasi. Pada 2018, produksi batubara Bukit Asam kemungkinan sudah mencapai 50 juta ton per tahun. Dengan kondisi tersebut, perseroan harus berpikir tentang diversifikasi usaha.Perseroan juga berniat menggarap sejumlah proyek properti seperti apartemen, perumahan, perkantoran, dan lain-lain. Proyek itu akan berada di lahan perseroan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Saat ini, perseroan sedang berdiskusi dengan salah satu konsultan properti terkemuka. Perseroan juga tengah berdiskusi dengan sebuah konsultan perkebunan. Bukit Asam akan menanam kelapa sawit, tumbuhan untuk bahan minyak kayu putih, dan jambu mete di lahan bekas pertambangan batubara.

Metland Catatkan Laba Bersih Rp241,21 Miliar

PT Metropolititan Land Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp241,21 miliar pada 2013, meningkat 18,42 persen dibandingkan 2012.Total nilai pendapatan perseroan selama 2013 sebesar Rp854,97 miliar, naik 25,97 persen dibandingkan 2012 sebesar Rp678,73 miliar.Dalam laporan tahunan perusahaan tersebut juga disepakati lebih dari 20 persen laba bersih atau Rp49,27 miliar dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.579.333.000 pemegang saham yaitu senilai Rp6,5 per saham.Sedangkan dana yang dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Adapunnilai aset perseroan selama 2013 tumbuh sebesar 40,62 persen yaitu mencapai Rp2,83 triliun dari Rp2,02 triliun pada 2012. Nanda menjelaskan, peningkatan ekuitas perseroan adalah sebesar 13,58 persen dari Rp1,55 triliun di 2012 menjadi Rp1,77 triliun di 2013.

Sorini Agro Beli Tanah Modernland Rp 110,14 Miliar

PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) telah melakukan pembelian tanah seluas 130.550 meter persegi seharga Rp 110,14 miliar.Hal ini disampaikan Edwin Rosadi, Corporate Secretary Sorini Agro Asia melalui keterangan resmi Senin (2/6). Menurut dia, perusahaan telah menandatangani akta perjanjian jual beli (AJB) dengan PT Modern Industrial Estate dan PT The New Asia Industrial Estate untuk pembelian 14 bidang tanah yang berlokasi di Kawasan Industri Modernland Cikande, Jawa Barat.Transaksi pembelian aset tersebut tidak termasuk sebagai transaksi afiliasi serta tidak memiliki benturan kepentingan sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan Bapepam. Nilai transaksi tersebut juga bukan termasuk transaksi material karena harganya hanya sebesar 12% dari total ekuitas perseroan.Adapun total ekuitas emiten produsen bahan pemanis buatan tersebut hingga akhir 2013 sebesar Rp 947,43 miliar.

NT Asian Beli 21% Saham CSAP

Manajemen PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) mengemukakan bahwa NT ASIAN Discovery Master Fund telah melakukan pembelian saham perseroan sebesar 21 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.Sekertaris Perusahaan Catur Sentosa Adiprana Tbk Idrus H. Widjajakusuma dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/6) mengemukakan bahwa transaksi pengalihan saham perseroan itu dilakukan pada 30 Mei 2014 melalui pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).Jumlah saham yang dialihkan kepada NT Asian Discovery Master Fund seluruhnya sebanyak 608.000.000 saham atau 21 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.pengalihan saham itu dilaksanakan dengan harga sebesar Rp 365 per saham, sehingga total nilai transaksi seluruhnya mencapai Rp 221,920 miliar.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *