Berita Terkini Perusahaan di Indonesia (26 Feb 2014)

Ciputra Residence Tawarkan Obligasi Rp500 Milyar

Obligasi pokok sebanyak Rp500 Milyar tersebut ditawarkan kepada masyarakat dan dibagi menjadi 3 (Tiga) seri jangka waktu, yaitu ;

  • Obligasi seri A     :    jangka waktu obligasi 3 (Tiga) tahun dengan tingkat bunga 11,2% s/d 12,2%
  • Obligasi seri B     :    jangka waktu obligasi 5 (Lima) tahun dengan tingkat bunga 11,65 s/d 12,65%
  • Obligasi seri C     :    jangka waktu obligasi 7 (Tujuh) tahun dengan tingkat bunga 11,75% s/d 12,75%

Kesemua jenis seri tersebut, untuk jangka waktu dan tingkat bunga disesuaikan dengan jumlah yang ditawarkan. Adapun dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi tersebut setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pengembangan proyek berbagai sektor baik proyek yang telah ada maupun proyek baru terutama proyek-proyek properti berskala kecil seperti minimarket, ruko, dsb dengan sistem penyaluran dana melalui pinjaman dengan bunga yang wajar dan lama pinjaman maksimal 7 (Tujuh) tahun. Adapun penawaran awal dimulai pada hari Senin (24/2) hingga 10 Maret 2014, dan mulai listing di pasar bursa pada 1 April 2014.

 

Laba Semen Indonesia Tumbuh 10,8%

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan laba bersih sebesar Rp 5,3 triliun selama 2013 atau tumbuh 10,8% dibandingkan 2012 senilai Rp 4,8 triliun. Pendapatannya juga meningkat 25% menjadi Rp 24,5 triliun dari Rp 19,5 triliun. Peningkatan kinerja keuangan Semen Indonesia ditopang oleh kenaikan volume penjualan semen sebesar 27% menjadi 27,8 juta ton pada tahun lalu. Adapun pangsa pasar perseroan naik menjadi 44%.

Tingginya biaya tahun lalu, disebabkan oleh peningkatan beban usaha seperti naiknya BBM, Tarif Dasar Listrik, dan juga peningkatan beban usaha di beberapa pabrik pengemasan yang kemudian beban usaha pabrik pengemasan tersebut dapat ditekan  dari Rp 33.078 per ton menjadi Rp 29.420 per ton sehingga berpengaruh cukup signifikan terhadap naiknya laba perusahaan di tahun ini.

 

FIF Emisi Obligasi Rp 1,55 T

Obligasi sebesar Rp. 1,55 Trilyun akan diturunkan oleh PT. Federal International Finance (FIF) pada Maret-April 2014, yang merupakan Emisi Surat Utang tahap III dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahun 2012 senilai total 10 Trilyun. Selain merampungkan tahap I tersebut, FIF juga berencana menggelar PUB tahap II pada semester kedua tahun ini.

Obligasi FIF, khususnya yang bertenor 3 (Tiga) tahun mendapatkan peringkat AAA yang menunjukkan peringkat tertinggi untuk korporasi di Indonesia yang diberikan bagi emiten / surat utang dengan ekspektasi risiko gagal bayar paling rendah. Sedangkan, untuk Obligasi dengan tenor 370 hari atau +1 tahun disematkan peringkat F-1 yang mengindikasikan komitmen bayar relatif paling kuat dan paling tepat waktu dibandingkan dengan surat utang lainnya.

 

RUPST BTN Setujui 30% Laba Sebagai Dividen

Bank Tabungan Negara (Tbk) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menyetujui penggunaan 30% dari laba bersih atau sekitar Rp 468 Miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham meskipun sebelumnya ada beberapa usulan untuk menggunakan laba bersih kurang dari 30%.

Adapun untuk tahun 2013, BTN mencatat pertumbuhan laba sebesar 14,53% dari sebelumnya yaitu sebesar Rp 1,36 Triliun menjadi 1,56 Triliun, yang tentu saja diikuti dengan pertumbuhan jumlah lembar saham yang terbit 10,56 Milyar lembar saham dengan mayoritas pemegang saham adalah pemerintah Republik Indonesia sebesar 60,14% dan sisanya 39,86% merupakan milik publik dengan komposisi 36,05% domestik dan 63,95% dimiliki investor asing.

 

OJK Ajak 250 Perusahaan untuk IPO

Sekitar 250 perusahaan non-emiten kelas menengah-atas diajak dan didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran perdana (initial public offering/IPO) saham. Bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, OJK sesuai dengan tugasnya akan melakukan diskusi dan presentasi kepada calon emiten dengan tujuan mengedukasi pemilik perusahaan-perusahaan tersebut pada awal Maret, mengenai manfaat melakukan IPO bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya sekaligus merupakan pendalaman dan usaha menggairahkan pasar modal di Indonesia. Karena pada saat ini, terdapat 10.000 perusahaan yang potensial untuk menggelar IPO dan 5% atau 500 perusahaan saja akan cukup untuk menggairahkan pasar modal di Indonesia meskipun terkendala keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *