Beriklan Dalam Scene Film atau Drama? Why Not

Tags:

Siapa sih yang belum pernah menonton film atau drama seumur hidupnya, tidak ada kan. Meski tidak terlalu suka tetapi pasti pernah sekali atau dua kali menonton drama atau film. Ada yang tidak terlalu suka maka ada pula keterbalikannya yaitu sangat suka. Film atau drama dibuat untuk menghibur anda dari kepenatan. Jika drama yang terlalu lama bahkan bertahan sampai bertahun – tahun penayangannya mungkin akan membuat anda semakin penat. Angkat tangan anda jika anda penikmat drama – drama Korea.

Iklan

Mengapa anda malu – malu, drama Korea, drama Jepang atau drama Indonesia semua atas nama selera. Tidak ada yang bisa menghakimi salah atau benar jika itu tentang taste. Bukankah menyenangkan melihat drama – drama Korea yang manis – manis dari segi cerita maupun pemainnya. Jika anda penikmat drama Korea, itu berarti anda juga telah menonton salah satu drama Korea terpopuler sepanjang tahun 2016 ini Descendant Of The Sun. Mempunyai rating share tertinggi disetiap penyangannya. Dibintangi aktor dan aktris nomor satu dari negeri ginseng.

Sumber:http://korea.iyaa.com/

Sumber:http://korea.iyaa.com/

Disertai cerita manis nan romantis dengan latar belakang daerah konflik. Kisah cinta antara dokter dan seorang tentara khusus perdamaian dengan lokasi syuting berada di Navagio, Yunani. Sedikit penjelasan ini sudah menunjukkan bagaimana manis, pedih dan romantisnya drama ini bukan. Meski sangat sukses drama ini juga mendapat protes dari penonton. Ini dikarenakan banyaknya iklan yang ada didalam setiap scene drama tersebut. Penonton merasa terganggu dengan iklan – iklan tersebut tetapi pihak rumah produksi maupun tim tidak ada yang memberi tanggapan atas protes ini. Iklan adalah suatu elemen yang penting yang harus selalu ada disetiap produksi film maupun drama.

Banyaknya budget yang dibutuhkan untuk membuat sebuah film atau drama menuntut produser harus menggaet sebanyak – banyaknya iklan agar budget yang sudah dianggarkan lebih ringan. Soal dimana penempatan iklan itu tergantung kontrak yang telah disepakati antara rumah produksi dengan pihak sponsor. Sebenarnya jika anda bisa melihat lebih dalam lagi semua elemen yang ada didalam drama atau film adalah iklan.

Baju yang chic, perhiasan yang super cantik berkilau, sepatu merk – merk terkenal, handphone yang selalu ada digenggaman tangan dan mobil yang dikendarai para aktor dan aktris semua adalah iklan. Meski sebuah drama atau film tidak menampilkan merk dari barang tersebut secara terang – terangan seperti produk kopi sachet yang ada di dalam drama Descendant Of The Sun tetap saja drama tersebut ikut andil dalam mempromosikan produk yang mereka kenakan. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut karena itu sama –sama menguntungkan untuk pihak rumah produksi maupun sponsor.

Bukan hanya drama Korea, jika anda seorang penikmat fashion dan film – film Hollywood anda akan mendapati judul film yang syarat akan iklan, The Devil Wears Prada. Bagaimana sebuah brand fashion ternama yang berbasis di Milan ini bisa menjadi judul sebuah film, brand yang digunakan namanya sama sekali tidak keberatan setelah melihat naskah dari film ini. Prada memberikan ijin kepada rumah produksi untuk memakai nama mereka tentu dengan beberapa poin – poin kontrak yang telah mereka sepakati. Membaca dari judulnya bukankah Prada disitu digambarkan sebagai produk high-class yang dimimpikan setiap wanita untuk memiliki dan memakai koleksinya.

Prada tidak menutup mata, dengan nama brand menjadi judul di film ini mereka tidak perlu lagi memerlukan strategi promosi besar – besaran. Bukan hanya nama Prada yang dipakai tetapi rancangan – rancangannya juga dipakai dalam film tersebut. Jadi, beriklan dalam scene film atau drama itu boleh dan memang apa yang menempel dibadan aktris yang anda kagumi dan aktor yang anda idolakan disetiap scene yang mereka mainkan adalah bagian dari iklan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *