Berhati-hatilah Ketika Menerima Uang

Masih ingatkah dengan kasus-kasus terkini terutama yang melibatkan artis-artis tanah air dimana mereka terseret ke beberapa kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tanah air? Aliran-aliran dana yang mereka terima tentu saja menimbulkan pertanyaan penting tentang keterlibatan mereka dengan dana yang mereka terima.

Pelajaran penting dari peristiwa-peristiwa tersebut adalah pentingnya berhati-hati ketika menerima uang terlebih jika jumlahnya yang besar agar Anda tidak dituduh sebagai seseorang yang terlibat sebagai tersangka pencucian uang atau dalam hal ini ‘pelaku pasif’. Sikap berhati-hati tersebut, jika Anda berstatus keluarga bisa dilakukan dengan menanyakan sumber uang tersebut sejelas-jelasnya karena terasa ganjal dengan jumlah yang jauh lebih besar dibanding dengan penghasilan semestinya. Dan jika Anda mengaku sebagai rekan kerjanya, buatlah hal berupa surat perjanjian yang didalamnya terdapat rincian biaya hingga Anda menerima jumlah uang tersebut dan melampirkan bukti-bukti pendukung lainnya sebagai persiapan jika ada hal yang tidak diinginkan anda mempunyai kekuatan hukum untuk menyatakan bahwa Anda bukan pihak yang terlibat dengan pencucian uang dan menerima sejumlah uang tersebut karena memang dalam hubungan yang profesional sehingga tidak ada alasan bagi Anda untuk dijadikan sebagai tersangka.

Pelajaran lain yang dapat diambil dari peristiwa-peristiwa pencucian uang yang menyeret nama-nama artis tersebut adalah menumbuhkan kesadaran untuk tidak tergiur dan menerima begitu saja sejumlah uang meskipun tanpa mengetahui asal-usulnya. Akan hebat jika terpaksa memaksa jumlah uang tidak wajar tersebut, penerima tidak menggunakan ‘kelebihan’ uang tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai asal-usul uang tersebut. Sehingga, langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus-kasus korupsi lainnya karena pelaku korupsi akan merasa tidak ada yang mendukung perbuatannya dalam berprilaku sebagai koruptor yang tentu saja merugikan masyarakat dan khalayak banyak.

Sebagai contoh adalah kasus yang baru-baru ini menyeret nama ‘Eddies Adelia’ yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Masih menjadi pertanyaan hingga sekarang apakah Eddies memang betul terlibat sebagai dalang pencucian uang dan melakukannya bersamaan dengan suaminya, atau memang tidak tahu menahu tentang apa yang telah dilakukan oleh suaminya tersebut. Hal tersebut terjadi karena Eddies terlihat tidak terlalu peduli dengan asal-usul uang yang diterima dalam kehidupan sehari-harinya dan tidak terlalu mempertanyakannya, mungkin asalkan kehidupan di rumah tangga berjalan seperti biasa, itu sudah cukup. Sehingga bukti berupa aliran uang misalnya yang sejumlah Rp. 1 Milyar dianggap hanya sebagai nafkah yang diberikan oleh suami terhadap istrinya

Kasus tersebut bukanlah kali pertama terjadi di Indonesia. Terdapat beberapa kasus lain yang tentu saja menyeret bukan hanya saja pelaku utama melainkan anggota keluarga atau bahkan rekan kerjanya. Seperti kasus yang pernah diungkap penyidik BNN terhadap Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan, Marwan Adli. Penyidik tidak hanya menjerat Marwan tapi juga dua anak dan seorang cucunya yang membuka rekening dan menampung uang hasil transaksi narkotika. Anak cucu Marwan tersebut mengaku mereka menjadi korban dan dimanfaatkan sebagai sarana pencairan uang haram tersebut, mereka juga mengakui memang tidak mengetahui asal muasal dan untuk apa uang yang telah ditransfer ke rekening mereka tersebut. Anak dan cucu Marwan tersebut juga mengakui tidak menikmati uang tersebut karena pengelolaan sepenuhnya ada di tangan Marwan.

Jadi, jangan sembarangan dan berhati-hatilah ketika menerima sejumlah uang, terutama jika jumlahnya tidak wajar. Mudah-mudahan dengan beredarnya berita mengenai peristiwa ini berdampak terhadap curamnya tingkat korupsi di Indonesia hingga tingkat tersebut berkurang waktu demi waktu demi Indonesia yang lebih bersih.

|

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *