Berapa uang saku untuk anak ?

Bunda maupun Ayah, yang pangeran dan puteri kecilnya baru memasuki usia sekolah, pasti menghadapi banyak kebingungan dan persiapan. Benar bukan? Banyak sekali persiapan-persiapan yang harus dilakukan dan dipenuhi, mulai dari memilih sekolah, persiapan peralatan sekolah si kecil, persiapan membeli buku, siapa yang mengantar-jemput si kecil berangkat dan pulang sekolah, atau hal-hal kecil seperti makanan apa yang kira-kira pantas menjadi bekal si kecil di sekolah saat makan siang. Kekhawatiran-kekhawatiran semacam ini rasanya pantas saja, terutama jika baru pertama kali anaknya bersekolah.

0IrQcWE4Mrnzd9j

Uang Saku

Namun, terkadang ada hal yang terlupa dan menjadi bagian penting dari pengalaman bersekolah anak. Apa itu? Uang saku namanya. Hal penting ini seakan terlewati ketika Ayah dan Bunda menyiapkan peralatan untuk anak. Baru terasa kebingungannya jika saat berangkat, anak bersalaman sambil meminta uang saku kepada kita. Nah tuh, bagaimana ya kira-kira tips yang tepat agar tidak terlupa dalam menentukan uang saku untuk anak?

Baca Juga:

1. Sesuaikan dengan jenjang sekolahnya

Perhatikan jenjang sekolah, ini penting. Terutama jika anak baru bersekolah, dengan anak yang sudah agak besar seperti kelas 6 SD, pasti berbeda. Perbedaan ini penting untuk membedakan dan menilai bagaimana kemampuan anak mengatur uang saku yang diberikan. Bagi anak yang baru bersekolah, berikan perjanjian untuknya. Diskusikan apa anak akan membawa uang harian atau uang mingguan. Jika anak masih kelas awal, berikan uang harian terlebih dahulu. Setelah menginjak kelas yang lebih tinggi, berikan uang mingguan dengan jumlah sekolah yang disesuaikan. Jangan lupa berikan bonus, tapi sertai dengan syarat dan ketentuan juga. Misalnya, jika anak mampu menghemat uang sekolahnya, berikan benda yang ia sukai untuk menunjang kegiatannya. Benda-benda tersebut dapat berupa kebutuhan sekolah, buku kegiatan, atau permainan edukatif.

2. Bawakan bekal untuk anak

Masakan adalah cinta ibu yang tumbuh lewat perut. Sebisa mungkin, sempatkan untuk memasak bekal untuk anak. Selain lebih sehat, anda juga bisa menghemat uang saku untuk anak. Jika dibawakan bekal, anak akan lebih terjamin. Saat ini, bekal tidak hanya berbentuk konvensional saja. Anda bisa meniru tutorial-tutorial dari situs penyedia layanan video tentang bento-bento jepang yang cantik. Dijamin, selain lebih lahap makannya, anak akan lebih menyukai untuk membawa bekal daripada jajan di sekolah.

3. Ajari anak mengatur keuangannya mulai dari uang saku

Sejak awal perjanjian, jangan lupa ingatkan anak anda untuk belajar mengatur keuangannya yang dimulai dari uang saku. Jangan sungkan-sungkan untuk bertanya pada anak pengeluarannya di sekolah apa saja. Anda bisa mengajaknya bercerita terlebih dahulu tentang hari-harinya di sekolah. Agar anak tidak malu, anda bisa mengajaknya bersama-sama belajar tentang mencatat pengeluaran di buku tabungan. Ajak anak juga untuk menghias pembukuannya bersama-sama agar ia tidak merasa bosan.

4. Nasehati anak untuk berhemat

Jangan bosan untuk menasehati anak untuk berhemat. Berhemat dapat membantu anak untuk mengontrol pengeluarannya. Ingatkan anak untuk menabung dan berusaha secara mandiri dalam mendapatkan keinginannya. Setiap awal bulan, coba tanyakan kepada anak apakah dalam bulan ini ada sesuatu yang sangat diinginkan oleh anak. Jika ada, ajak anak untuk berusaha mendapatkan barang tersebut dengan uangnya sendiri. Anda juga dapat mengajak anak untuk meraih barang tersebut dengan usahanya, salah satunya dengan berjualan sendiri.

5. Beri modal untuk anak agar bisa mandiri

Ajak anak untuk berkreasi dengan anda. Anda bisa menggunakan banyak peluang di sekitar anda. Mulai dari daur ulang barang bekas menjadi prakarya, memasak makanan ringan untuk dijual kembali, menjadi reseller, dan banyak lagi. Jika anak sudah mampu menabung dari awal, kumpulkan uang anak dan uang anda sebagai modal awal. Jika sudah terkumpul, ajak anak untuk memilih barang yang mungkin menjadi peluang. Anak dapat memasarkan barang hasil buatannya kepada teman-temannya. Keuntungan yang didapat, dapat menjadi tambahan uang saku atau disimpan lagi menjadi tabungan.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *