Beli Rumah atau Mobil?

Bagi anda yang mulai memiliki kondisi finansial yang mapan, saatnya untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menambah aset anda, atau dengan kata lain: mulalilah melakukan investasi. Anda tentu memiliki tahapan dulu dalam berinvestasi, apalagi misalnya dana anda tidak tak terbatas. Begitu banyak pertanyaan yang muncul, apakah ingin membeli rumah atau mobil? Berikut akan kami ulas pertanyaan tersebut beserta beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih salah satu.

Pertanyaan, ?au beli rumah atau mobil??ini sebenarnya adalah pertanyaan yang sangat terbuka. Jawabannya tentu saja bergantung dari banyak sekali hal yang bisa anda pertimbangkan secara khusus. Misalnya, ada yang masih tinggal bersama orangtua sekaligus untuk menjaga, ada yang perlu membawa keluarganya, dan sebagainya. Maka semua sebenarnya tergantung dari kondisi kehidupan anda sekarang. Namun setidaknya dari sisi pembiayaan, akan kami sampaikan beberapa hal yang barangkali bisa anda jadikan pertimbangan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Biaya Perawatan

Ketika anda memiliki rumah, anda perlu mengeluarkan biaya perawatan rumah yang lumayan tinggi bila kerusakan terjadi di mana-mana. Misalnya, anda perlu membayar asuransi, iuran keamanan, iuran kebersihan, kebocoran, cat mengelupas, dinding retak, tanah turun, hama rayap, dan sebagainya. Perawatan rumah ini juga termasuk membersihkan rumah seperti kamar mandi, taman, dan sebagainya. Meskipun menelan biaya yang tidak sedikit, tetapi biaya perawatan pada rumah ini biasanya dilakukan dalam rentang waktu yang relatif lama.

Bila anda memilih untuk membeli mobil, ada biaya perawatan yang cukup besar ketika mobil tersebut anda gunakan dalam kehidupan anda sehari-hari. Perawatan ini bisa dimulai dari oli (mesin, transmisi dan gardan untuk gerak belakang), saringan (oli dan udara), dan rem (depan belakang). Semua yang disebutkan tadi bisa habis dalam jangka waktu yang berbeda-beda, tergantung intensitas penggunaan, teknik mengendarai, dan medan yang anda lalui. Selain perawatan ada juga pembayaran pajak tahunan yang memakan biaya cukup besar. Pajak tahunan tergantung dari jenis mobil anda. Rata-rata mobil berjenis SUV dikenai pajak sampai Rp2 juta tiap tahunnya, sedangkan bila mobil anda tergolong mewah beban pajaknya akan lebih besar lagi.

Biaya Operasional

Nah, biaya ini berbeda dengan biaya perawatan. Kalau biaya perawatan biasanya dikeluarkan secara berkala dalam jangka waktu menengah, kalau biaya operasional ini dikeluarkan secara rutin sebagai syarat menjalankan kegiatan pokok. Biaya operasional yang perlu anda keluarkan ketika anda memiliki rumah bisa dikatakan sebagai kata lain dari biaya kehidupan sehari-hari. Mengapa? Karena komponennya kurang lebih sama, seperti biaya listrik, air, gas, dan sebagainya. Barangkali hal yang membedakan anda tinggal di kamar kos, rumah sewa, atau rumah anda sendiri adalah soal skalanya.

Sedangkan ketika anda memiliki mobil, ada biaya operasional yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan, misalnya, sepeda motor. Anda perlu mengisi bahan bakar mobil anda tiga sampai empat hari sekali, tergantung seberapa jauh mobilitas anda. Belum ditambah dengan biaya parkir yang harus anda keluarkan ketika anda berhenti pada ruang publik seperti mal atau tempat wisata. Biaya operasional ini dapat dikatakan dikeluarkan setiap hari dan memang relatif lebih besar dibandingkan dengan rumah.

Capital Gain

Pada dasarnya, capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dimana nilainya melebihi harga pembelian. Nah, ketika anda membeli rumah, ada satu aturan yang baku berlaku di Indonesia: harga akan selalu naik. Menurut beberapa sumber, potensi kenaikan harga sebuah rumah antara 10% ?20% per tahun. Namun, di lokasi-lokasi perumahan yang masih taraf pengembangan dan memiliki prospek baik, kenaikannya bisa di atas 25%. Jadi ketika anda berniat membeli rumah, anda akan dapat menempati rumah itu dengan harga yang terus naik setiap tahunnya.

Sedangkan ketika anda memiliki mobil, anda tidak akan mendapatkan capital gain yang sebesar ketika anda memiliki rumah. Harga mobil cenderung stabil dari waktu ke waktu, jadi makin ke depan akan semakin murah karena dorongan inflasi yang ada. Apalagi ketika anda membeli mobil bekas, harganya akan menjadi begitu murah karena kini mulai muncul varian mobil baru dengan harga rendah, teknologi lebih baik, dan bisa membayar dengan cara cicilan. Bahkan, mobil juga mengalami depresiasi atau nilai penyusutan yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Nilai penyusutan

Nilai penyusutan dalam akuntansi didefinisikan sebagai alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Jadi intinya, ada variabel umur manfaat suatu barang yang membuat harga barang tersebut turun seiring waktu pemakaian aset tersebut. Seperti halnya aset lain, rumah (dari segi bangunannya) juga memiliki nilai penyusutan. Misalnya, ada sebuah rumah seharga Rp600 juta dengan umur efektif bangunan 20 tahun. Biasanya penghitungan nilai penyusutan ini dihitung dengan rumus 100% dibagi 20 tahun, atau 5% per tahun. Makanilai Rp600 juta akan berkurang 5% menjadi Rp570 juta di tahun kedua, dan turun kembali menjadi Rp540 juta di tahun ketiga, dan seterusnya. Namun memang harga tanah dan properti ini memiliki tingkat kenaikan yang luar biasa besar. Akibatnya, meskipun mengalami nilai penyusutan karena digunakan, harga rumah anda akan tetap naik dari tahun ke tahun.

Sedangkan pada mobil, ada nilai penyusutan yang relatif besar bila dibandingkan dengan rumah. Biasanya metode penghitungannya menggunakan metode penyusutan secara garis lurus. Misalnya, kita mematok asumsi umur kendaraan bermotor adalah 10 tahun. Pada tahun 2015 ini anda membeli mobil seharga Rp200 juta. Maka besar penyusutannya per tahun adalah sebesar Rp200 juta/10 tahun=Rp20 juta per tahun. Namun ini hanyalah salah satu metode penghitungan nilai penyusutan karena pada dasarnya besaran nilai tersebut sangat tergantung dari bagaimana penggunaan mobil anda. Mobil yang digunakan untuk perjalanan ke luar kota tentu seharusnya memiliki nilai penyusutan yang lebih besar bila dibandingkan dengan mobil yang hanya digunakan dalam kota jarak dekat. Bagaimanapun, dalam hal ini ada kecenderungan mobil tidak memberikan keuntungan yang banyak dalam investasi.

Peluang nilai tambah

Yang dimaksud dengan nilai tambah di sini adalah peluang bisnis seperti apa yang bisa dikembangkan dari rumah atau mobil. Kita ambil contoh yang paling mudah saja, keduanya ini bisa anda sewakan kepada orang lain untuk mendapatkan pemasukan pasif bagi anda. Untuk menghitungnya, anda perlu mengetahui dulu berapa capitalization rate yang ada, biasanya sekitar 3%-5% per tahun. Misalnya anda memiliki rumah seharga Rp400 juta, maka besaran uang sewa yang bisa anda tawarkan kepada penyewa adalah 5% x Rp400 juta = Rp20 juta per tahun.

Sedangkan ketika anda memiliki mobil dan anda akan menyewakannya, tidak ada rumusan pasti untuk menghitung harga sewa mobil. Biasanya harga itu ditentukan oleh kemampuan daya beli pasar yang akan menggunakan jasa sewa ini. Berdasarkan pengamatan penulis, mobil kecil seharga Rp100 jutaan biasanya disewakan dengan harga Rp250 ribu-Rp300 ribu per 24 jam. Harga itu belum termasuk bensin dan jasa driver.

Nah, itu tadi beberapa komponen untuk perbandingan apa yang akan anda dapatkan dan keluarkan ketika anda hendak memilih untuk memiliki rumah atau mobil terlebih dahulu. Harapannya tentu saja anda tidak harus memlih salah satu karena bisa memiliki keduanya sekaligus. Pilihlah dengan pertimbangan yang sangat matang berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anda.