Belajar Sukses Membangun Kursus Online dari Creative Entrepreneur

Sebagai seorang yang akan meraih kesuksesan, kita dituntut untuk tak pernah berhenti belajar. Belajar tak hanya mengandaikan memelajari hal baru saja. Di balik kata itu ada kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita masih belum tahu banyak soal sesuatu. Selain itu juga ada visi yang baik, kita ingin ke mana dan kita akan memelajari apa.

Pada artikel ini kita akan belajar sukses dari seorang creative entrepreneur di luar negeri bernama Sean McCabe. Selama beberapa tahun dia bekerja lepas dengan mendesain, membuat ilustrasi, dan kerajinan tulis tangan. Setelah dia membangun website untuk menumbuhkan bisnis yang dia geluti, dia terkejut melihat begitu banyak orang yang menghubunginya untuk meminta arahan soal membuat karya seni tulisan manual (hand-lettering). Dia lalu membuat tutorial gratis dan terkejut karena produknya itu dibaca hingga 200,000 orang.

Jumlah yang sangat luar biasa itu lalu menyadarkan dirinya bahwa dia bisa mendapatkan sesuatu dari bidang ini. Dia lalu membuat sebuah kursus online soal jenis seni tersebut untuk mendapatkan keuntungan secara finansial dari apa yang dia lakukan. Keputusannya itu memberi pelajaran kepada kita untuk menghasilkan uang dari apa yang kita cintai.
Hasilnya? Jangan ditanya. McCabe dikabarkan mendapatkan 80,000 US Dollar selama 24 jam websitenya di-launching bulan Maret tahun 2014 kemarin. Jika menggunakan nilai tukar US Dollar saat ini, nilainya bisa mencapai Rp1,1 miliar. Apa yang bisa dia bagikan untuk kita agar bisa mengikuti jejaknya? Mari kita simak uraian berikut.

1. Kerja Keras Untuk Dapat Hasil Baik

Dia mengatakan seringkali mendapatkan kata-kata yang justru tidak memotivasi dirinya untuk bekerja. Mereka bilang kepadanya bahwa membuat sebuah kursus online adalah hal yang mudah.
Pada kenyataanya McCabe memelajari bahwa memproduksi sebuah pelajaran dalam kursus itu dua kali lebih sulit dari yang dia antisipasi. Kesulitan itu lebih besar lagi ketika dia harus memelajari dengan sempurna kemampuan-kemampuan yang selama ini belum dia asah, seperti berbicara, merekam, dan memproduksi audio.

Kita pasti hampir tak percaya ketika membayangkan betapa kerasnya dia berusaha untuk mencapai kesempurnaan itu. Dia mengatakan sejak tanggal 9 Maret hingga 24 Maret (sekitar 15 hari) dia bekerja selama 291 jam. Untuk mendapatkan hasil yang baik itu dia bekerja keras setiap hari selama 17 jam. Dia bahkan bekerja di hari Minggu selama 36 jam tanpa henti!
Hal yang bisa kita tarik dari sini adalah setiap dari kita pasti punya keahlian yang barangkali berguna bagi banyak orang di luar sana. Dengan bantuan website yang memiliki skala yang besar untuk pelebaran informasi, maka keahlian anda bisa anda uangkan dengan cara yang relatif mudah dan efektif.

2. Sediakan Waktu Anda

Sekreatif apapun anda, cara membentuk sesuatu yang unik terutama dalam bisnis tetap saja membutuhkan waktu ekstra yang lebih banyak. McCabe sendiri menghabiskan tiga bulan ke depan untuk bekerja membuat semacam halaman untuk pengumuman soal Learn Lettering. Tentu saja waktu selama itu hingga perlu dia luangkan untuk membentuk kesempurnaan dan keunikan yang tak pernah dilalui oleh siapapun.
Selama tiga bulan itu dia hanya bekerja pada satu halaman saja. Dia menceritakan bahwa dia menulis dan menulis ulang kata-kata (copy), berobsesi untuk membuat desain sebik mungkin, menggambar ilustrasi, benar-benar memutar otak untuk menentukan nilai proposisi dari proyek yang dia kerjakan tersebut.

3. Membentuk Sebuah Insentif

Dengan kata lain, anda dituntut untuk membentuk sebuah perangsang atau pendorong bagi diri anda dan orang lain untuk melakukan sesuatu. Pertanyaannya adalah bagaimana anda membangun audiens anda? Barangkali anda akan menjawab dengan menawarkan hal yang bernilai seperti buku, sebuah unduhan, ataupun sebuah artikel.
Meski demikian McCabe membagikan satu hal penting kepada kita. Dia belajar bahwa secara virtual/online tidak ada bedanya antara anda memberikan Rp50 ribu atau Rp500 ribu rupiah secara gratis. Maksudnya bukanlah tidak perlu membuat sesuatu yang begitu berharga untuk dibagikan di internet, tetapi lebih kepada anda harus membuat sesuatu yang ?erlihat?oleh mata. Karya itulah yang akan menjadi semacam magnet yang menarik audiens untuk datang kepada anda.

4. Membangun Antisipasi

Seringkali orang terlalu percaya diri hingga tidak membangun antisipasi. Antisipasi ini seharusnya dipikirkan sejak dalam tahap perencanaan dalam sebuah bisnis. Begitu banyak orang hanya berfokus pada membangun produk saja, dan berharap bahwa peningkatan jumlah pelanggan dan nilai penjualan akan meningkat seiring produk tersebut saja. McCabe justru melakukan hal sebaliknya, dia menghabiskan banyak waktu untuk membangun basis komunitas dan infrastruktur dari produk yang dia ciptakan.
Dia mengatakan bahwa tidak banyak orang yang tahu bahwa ketika dia mengumumkan soal Learn Lettering pada November 2013 dia tidak benar-benar menyusun produknya hingga dua minggu sebelum produk tersebut diluncurkan.

Kendati demikian, dia merasa masih ada yang kurang untuk dilakukan. Dia mengaku kurang dalam mengefektifkan kerja email yang bisa digunakan untuk membangun komunitas dengan lebih baik. Andai saja waktu dapat terulang, dia mengaku akan melakukan hal secara berbeda. Dia akan mengirim email jauh lebih awal dan membangun kepercayaan serta citra diri yang lebih baik di depan audiens.

5. Membuat Tingkatan Harga yang Berbeda

Fungsi dari tingkatan harga yang berbeda ini tentu saja memudahkan audiens atau pelanggan anda menentukan sendiri apa kebutuhan mereka dan berapa dana yang harus mereka siapkan untuk mendapatkan pengetahuan itu.

Pada awalnya McCabe memberikan biaya yang sama pada setiap invidu ketika mengambil kursus online. Tetapi setelah dia mengambil kelas bersama Nathan Barry dalam Mastering Product Launches, dia mulai membuat tingkatan harga yang berbeda untuk kursus online yang dia bangun. Seperti halnya kursus lainnya, dia membagi menjadi tingkatan: kelas master, intermediate, dan starter. Masing-masing tentu saja menawarkan pengetahuan dan harga yang berbeda. Dia memprediksi bahwa sekitar 30 persen pelanggannya akan mengambil kelas yang lebih mahal. Namun pada kenyataannya dia dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa kelas yang paling mahal justru paling laris, bahkan 85 persen pelanggannya memilih untuk membeli kelas tersebut.

Nah, ini yang bisa kami bagikan soal belajar untuk membangun kesuksesan kursus online dari seorang creative entrepreneur. Kalau kita berani melihat sekitar kita, sebenarnya lahan untuk ini masih sangat luas untuk bisa digali. Di Indonesia masih relatif sedikit orang yang memanfaatkan internet untuk bisnis kursus online. Barangkali karena memang akses internet yang lancar terbatas hanya di daerah Jawa dan kota-kota besar saja. Atau barangkali orang masih terkagum-kagum pada belajar yang gratisan dari internet. Tetapi paling tidak ketika masa itu tiba, anda bisa bekerja keras sebagaimana McCabe membagikan pengalamannya kepada kita. Siapkan diri anda sejak dini, peluang meraup kekayaan di dunia online masih sangat luas!

Artikel Terkait