Belajar dari penipuan investasi emas

Dua atau tiga tahun yang lalu banyak diberitakan tentang penipuan invetasi emas oleh PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang kabarnya merugikan nasabah senilai Rp 10 triliun. Kasus ini juga menjadi besar karena menyeret Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberikan sertifikat halal. Selama menyimpan emas di GTIS, nasabah akan memperoleh bunga fix 4,5% tiap bulan atau lebih dari 40% setahun, sampai kontrak emas dicairkan kembali ke GTIS. Kasus lainnya adalah Raihan Jewellery yang menawarkan imbal hasil sampai 3% sebulan atau lebih dari 30% per tahun. Raihan Jewellery berhenti pada Januari 2013 setelah mengumpulkan dana Rp 13.2 triliun.

Lalu mengapa kami membahas hal yang sudah terjadi tiga tahun yang lalu ini? Karena kasus penipuan investasi akan selalu terjadi berulang-ulang. Di masa depan ada saja orang yang akan tertipu lagi karena tergiur dengan keuntungan yang tinggi (lebih dari 20% per tahun), mudah di peroleh, cepat, dan pasti. Sebagai pembanding, Warren Buffet investor terhebat di dunia selama puluhan tahun hanya memperoleh imbal hasil sekitar 20% per tahun.

Umumnya bisnis investasi ini berupa money game atau menggunakan skema ponzi, dimana uang yang dibayarkan ke investor lama akan berasal dari uang yang didapatkan dari investor baru. Pada awalnya jenis investasi ini umumnya tidak memiliki masalah, namun ketika sudah jenuh karena tidak ada investor baru yang masuk maka itulah yang menyebabkan pembayaran menjadi seret dan kemudian tutup. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita waspadai ketika menemukan suatu penawaran investasi:

Baca Juga:

  • Jika ada yang menawarkan investasi dengan bunga tetap lebih dari 20% setahun hampir bisa dipastikan dalam jangka panjang akan bermasalah. Jika ada bisnis yang seperti itu, bukankah perusahaan tinggal pinjam uang ke bank dengan bunga 12% dan tetap mendapatkan 8% per tahun jika hasilnya bisa 20% setahun. Tidak perlu memperhatikan hal-hal lain seperti orang-orang dibelakangnya, tidak peduli orang tersebut presiden RI, artis atau orang terkenal lainnya. Tidak peduli jika investasinya ada kontraknya dan menggunakan notaris.
  • Model investasi ini juga biasa disertai dengan sistem MLM dimana setiap nasabah yang mendapatkan nasabah baru akan mendapatkan bonus/komisi.
  • Tidak ada investasi yang pasti kecuali investasi yang dijamin oleh pemerintah kita. Misalnya investasi deposito dengan bunga di bawah LPS dan surat hutang negara. Karena kepastiannya ini maka bunganya pun rendah. Jadi jika ada yang mewarkan investasi dengan menyebutkan kata-kata pasti, misalnya emas PASTI akan naik terus, properti PASTI naik terus, investasinya PASTI untung atau bisnisnya PASTI maju, maka hindarilah. Sesungguhnya investasi yang dijamin oleh pemerintah pun bisa saja gagal, jika negara bangkrut. Namun karena kemungkinannya sangat kecil maka dianggap risikonya nol.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *