Balance Scorecard Buat Capai Target

Di dunia bisnis terdapat berbagai cara untuk mencapai target. Dalam mencapai target, sebenarnya bukan hanya tentang penjualan, penjualan dan penjualan. Namun juga tentang bagaimana Anda memperhatikan konsumen. Ini adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Target penjualan dengan konsumen. Salah satu cara dalam mengolaborasikan keduanya yaitu dengan menggunakan strategi balanced scorecard.

Balanced Scorecard adalah sistem menejemen dan strategi yang digunakan dalam bisnis dan industri, pemerintahan, organisasi non profit di dunia untuk menyeimbangkan antara kegiatan berbisnis dengan visi dan strategi organisasi tersebut untuk meningkatkan komunikasi internal dan eksternal serta me-monitor kinerja organisasi dalam mencapai target.

Diciptakan oleh Drs. Robert Kaplan (Harvard Business School) dan David Norton sebagai tolak ukur kinerja untuk manager dan para pemimpin dalam mengukur kinerja strategi non-finansial melalui sebuah pandangan yang seimbang (balanced). Balanced scorecard juga dipilih para editor dari Harvard Business Review sebagai salah satu ide bisnis paling berpengaruh selama 75 tahun terakhir.

balanced scorecard

Balance Scorecard

Kaplan dan Norton menggambarkan inovasi dari balanced scorecard sebagai berikut:

Balanced scorecard mempertahankan cara mengukur finansial dengan gaya ‘lama’. Tapi mengukur finansial yaitu dengan menunjukkan track record dari berbagai kejadian di masa lalu, sebuah cerita memadai untuk perusahaan industri yang sudah bertahun-tahun lamanya dalam berinvestasi dan menjalin hubungan dengan konsumen tidak bisa diukur sebagai sebuah kesuksesan. Mengukur finansial bisa dikatakan memadai jika perjalanan evaluasi menunjukkan informasi perusahaan yang bertahun-tahun lamanya mampu menciptakan nilai di masa depan melalui investasi pada konsumen, supplier, pegawai, proses, teknologi dan inovasi.”

Balanced scorecard telah berkembang penggunaannya menjadi kerangka kinerja yang mengukur sepenuhnya menejemen dan strategi. Tidak hanya menunjukkan cara mengukur kinerja namun juga membantu planners mengidentifikasi apa yang harus diselesaikan dan diukur kinerjanya. Hal ini memungkinkan para pemimpin mengeksekusi strategi mereka. Indikator yang digunakan yaitu SMART.

·         Specific – Spesifik

·         Measurable – Dapat diukur

·         Achievable – Dapat diraih

·         Realistic – Realistis

·         Timely – Tepat waktu

Anda tidak dapat meningkatkan hal yang tidak mampu diukur. Itulah kenapa indikator ini harus selaras dengan rencana strategi sebuah perusahaan.

Berikut ini adalah hal yang dapat diukur berdasarkan kategori pada kinerja.

·         Finansial

ü  Pemasukan

ü  Cash flow

ü  Balik modal

·         Costumer Value

ü  Delivery ke pelanggan

ü  Market share

ü  Kualitas kinerja untuk pelanggan

ü  Tingkat kepuasan pelanggan

ü  Kesetiaan pelanggan

ü  Peningkatan prosentase pelanggan

·         Proses Bisnis Internal

ü  Angka produktivitas

ü  Kualitas tolak ukur

ü  Ketepatan waktu

·        Inovasi

ü  Prosentase peningkatan dari produk baru

ü  Saran bagi pegawai

·         Prestasi Pegawai

ü  Moral

ü  Pengetahuan

ü  Omset yang dihasilkan

ü  Pegawai berhasil mempraktekkan teori dengan cara terbaik

Fungsi Balanced Scorecard        

  • Mengidentifikasi kategori penampilan yang menunjukkan hasil dari visi dan strategi bisnis (seperti finansial, pengoperasian, inovasi, penampilan pekerja)
  • Mengatur tujuan untuk mendukung visi dan strategi bisnis
  • Menciptakan cara efektif dan standard, membuat target jangka pendek dan jangka panjang
  • Mengartikulasikan visi dan strategi bisnis
  • Membuat pembiayaan dan tracking yang sesuai
  • Mengumpulkan serta menganalisa penampilan data dan membandingkan hasil nyata dengan target yang ingin diraih
  • Mampu mengambil solusi

Balanced scorecard diharapkan mampu menghasilkan hal-hal sebagai berikut.

  • Pegawai lebih teredukasi dan termotivasi
  • Sistem informasi meningkat
  •  Bisa monitoring peningkatan
  • Meningkatnya kepuasan konsumen 
  • Finansial meningkat

Teori ini akan terbukti jika Anda mempraktekkannya. Cobalah berpikir dengan sudut pandang berbeda. Try this balanced scorecard! 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *