Bagaimana mengecek keuangan pribadi

Sama seperti kendaraan dan kesehatan, keuangan pribadi juga perlu dicek secara berkala. Jangan sampai nanti sudah injury time (tua) baru ketahuan ada masalah dan sudah telat. Yang paling umum terjadi adalah ketika sudah tua, aset kurang sehingga masa pensiun hidupnya sengsara. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi kepada kita. Untuk mengecek keuangan pribadi kita dapat menggunakan rasio-rasio keuangan, sama seperti kita cek darah untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih dan membandingkannya dengan batas normalnya. Berikut beberapa rasio yang dapat digunakan untuk mengecek keadaan keuangan kita:

  • Rasio likuiditas = aset likuid / pengeluaran per bulan. Aset likuid adalah kas atau aset setara kas yang dapat dengan mudah dicairkan/diperoleh, misalnya tabungan dan deposito. Rasio ini dapat juga disebut sebagai dana cadangan. Idealnya 6 – 12 bulan
  • Rasio Tabungan = uang yang ditabung / pendapatan. Idealnya > 10%
  • Rasio Perbandingan Hutang terhadap Aset = hutang / aset. Idealnya < 50%
  • Rasio Kemampuan Pelunasan Hutang = pengeluaran untuk membayar hutang / pendapatan. Idealnya < 35%
  • Rasio Perbandingan Nilai Bersih Aset Investasi terhadap Nilai Bersih Kekayaan = aset investasi / nilai aset bersih = aset investasi / (aset – hutang). Idealnya > 50%

Sebagai contoh mari kita hitung rasio keuangan untuk pak Budi. Berikut data keuangan pak Budi:

  • Aset Tabungan = 50 juta Mobil = 100 juta
  • Hutang Kredit kepemilikan mobil = 70 juta
  • Pendapatan Pendapatan gaji = 7 juta per bulan
  • Pengeluaran Biaya kehidupan sehari-hari = 4 juta per bulan Cicilan kredit kepemilikan mobil = 2 juta per bulan

Berikut adalah analisanya:

  • Rasio likuiditas = aset likuid / pengeluaran per bulan. 50 juta / 6 juta = 8.33 bulan. Rasio ini sudah ok karena pak Budi jika terkena PHK dapat bertahan hidup lebih dari 6 bulan dengan menggunakan tabungan yang dimiliki sambil mencari pekerjaan yang baru.
  • Rasio Tabungan = uang yang ditabung / pendapatan = (7 juta – 4 juta – 2 juta) / 7 juta = 14.2%. Rasio ini juga sudah baik, karena tiap bulannya masih ada sisa 1 juta uang yang bisa di tabung atau di investasikan.
  • Rasio Perbandingan Hutang terhadap Aset = hutang / aset = 70 juta /150 juta = 46,6%. Rasio ini juga masih baik karena dibawah 50%.
  • Rasio Kemampuan Pelunasan Hutang = pengeluaran untuk membayar hutang / pendapatan = 2 juta / 7 juta = 28.57 %. Rasio ini sudah cukup baik karena dibawah 35%, namun perlu berhati-hati agar tidak berhutang yang baru sehingga memberatkan keuangan.
  • Rasio Perbandingan Nilai Bersih Aset Investasi terhadap Nilai Bersih Kekayaan = aset investasi / nilai aset bersih = aset investasi / (aset – hutang) = 0 juta / (150 juta – 70 juta) = 0%. Rasio ini tidak baik karena masih dibawah 50%. Pak Budi perlu memindahkan tabungannya ke aset yang lebih menghasilkan dan  berinvestasi di reksadana atau saham.

Silakan hitung rasio keuangan anda dan dijika ada pertanyaan silakan masukan komentar di bawah.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *