Bagaimana Mengajarkan Anak tentang Uang

Tidak ada kata terlalu dini untuk mengenalkan nilai uang pada anak-anak. Usia sekolah merupakan usia yang paling tepat untuk mengenalkan anak pada alat pembayaran ini. Di usia tersebut, anak tentunya sudah belajar konsep matematika dasar seperti penjumlah dan pengurangan. Orang tua yang cerdas akan ikut andil setiap perkembangan si buah hati dan membimbingnya kearah yang positif.

Mengajarkan Anak tentang Uang

Dengan mengenalkan uang, diharapkan kelak anak dapat berhemat dan membentuk karakter yang baik budi pekertinya. Anak tidak bisa diajarkan dengan pembicaraan secara serius seperti orang dewasa. Perlu trik khusus agar orang tua mendapatkan perhatian dari anak tentang apa yang akan diajarkannya. Berikut ini adalah beberapa cara yang menyenangkan bagaimana mengajarkan anak tentang uang;

Sumber:http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/

Sumber:http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/

1. Kenalkan Anak Pada Uang Melalui Permainan

Salah satu permainan anak terpopuler yang menggunakan uang sebagai alat bermainnya adalah monopoli. Ajaklah anak bermain permainan tersebut dan berilah penjelasan sedikit demi sedikit mengenai uang. Anak akan lebih menyukai cara belajar sambil bermain karena fikiran mereka terfokus pada permainan. Sesekali ajarkan mana prioritas yang harus didahulukan untuk membuat anak lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uangnya.

2. Ajaklah Anak Ikut Berbelanja Kebutuhan

Mengajarkan anak mengenal uang bisa dilakukan tanpa meninggalkan aktifitas rumah tangga seperti berbelanja kebutuhan pokok. Ajaklah anak untuk ikut berbelanja agar ia mengetahui kebutuhan terpenting yang harus dibeli dengan uang seperti nasi dan sayur mayur. Berikan penjelasan kepada anak jika membeli mainan bisa ditunda, sedangkan membeli makanan harus diutamakan.

3. Berikan Anak Uang Sakunya Sendiri

Jangan takut untuk memberikan uang saku pada anak sejak dini. Berikan uang saku setiap hari. Jika dihari yang sama uang anak telah habis dan memintanya lagi, jangan berikan meskipun anak merengek. Uang akan melatih anak pintar dalam mengatur pengeluaran setiap harinya, jangan lupa pula mengajarkan anak menyisihkan uang sakunya untuk ditabung.

4. Biarkan Anak Bebas Memilih Tempat Menabung

Ajaklah anak untuk memilih tempat untuk menabungkan uang mereka sendiri. Berikan kebebasan untuk mendapatkan celengan atau dompet yang anak sukai.

Beberapa ahli menyarankan untuk membedakan tabungan menjadi tiga macam yaitu;

  • ¬†Untuk tabungan,
  • ¬†Untuk berbelanja,
  • Untuk beramal.

Bicarakan dengan anak mengenai pembagian uang untuk tiga macam tabungan tersebut. Dengan cara ini, anak juga dapat ilmu untuk berdiskusi dan menentukan pilihan.

5. Berikan Contoh

Anak adalah peniru yang sangat baik. Jika orang tua melakukan hal yang mendidik, tanpa disuruhpun anak akan meniru dengan sendirinya. Jangan pernah berbohong pada anak mengenai kebutuhan dan keinginan. Catatlah kebutuhan yang diperlukan terlebih dahulu dan kurangi kebiasaan untuk membeli barang-barang yang tidak anda perlukan.

6. Ajarkanlah Kemurahan Hati

Ajaklah anak untuk jalan-jalan sembari melihat keadaan sekitarnya. Biarkan anak tahu bahwa tidak semua orang seberuntung dirinya. Beritahu juga jika semua yang ada di dunia ini tidak bisa dibeli dengan uang seperti keluarga, kesehatan, kebahagiaan, dan lain sebagainya. Anak akan memiliki jiwa kasih dan tidak akan enggan untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk diberikan kepada mereka yang benar-benar kekurangan.

Anak merupakan anugerah terbesar yang diberikan kepada orangtua. Sudah jadi kewajiban agar anak yang merupakan titipan tersebut untuk dididik dan diberikan pengetahuan yang akan berguna untuknya saat ini maupun kelak dimasa depannya. Uang adalah sumber kehidupan sekaligus sumber malapetaka bagi mereka yang tidak bisa memanfaatkannya. Dengan mengajarkan uang sejak dini kepada anak, diharapkan kemudian hari kelak uang tidak akan menjerumuskannya kedalam kemiskinan ataupun keserakahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *