Bagaimana Menabung Sejak Muda untuk Naik Haji?

Niat naik haji tentunya dimiliki oleh setiap umat muslim. Namun kini Anda bisa mulai merencanakan naik haji selagi muda. Ada berbagai cara untuk melakukannya, salah satunya dengan menyisihkan uang tabungan per bulan dari gaji atau dari bisnis sendiri. Tidak masalah kalau bisnisnya kecil-kecilan selama bisa untuk disisihkan untuk tabungan per bulan. Merencanakan naik haji selagi muda bisa dimulai ketika masih single karena kebutuhannya belum banyak. Namun ada juga yang melakukannya ketika sudah menikah karena belum banyak kebutuhan selama belum ada anak. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mewujudkannya.

haji selagi muda

Naik Haji

Tentukan jumlah tahun untuk menabung

Misalkan usia Anda 23 tahun dan merencanakan naik haji di usia 33 tahun maka Anda memiliki waktu 10 tahun untuk menabung. Jika naik haji sendiri maka berapa biaya per orang? Jika berpikir naik haji bersama istri atau suami, berapa biaya untuk dua orang? Dan berapa yang harus disisihkan per bulan untuk itu?

Inflasi, prediksi dan antisipasi

Inflasi pasti terjadi di setiap tahun. Dengan memiliki prediksi dan antisipasi terhadap inflasi, maka Anda bisa merencanakan tabungan haji untuk naik haji di beberapa tahun mendatang. Misalnya asumsi inflasi 10% per tahun dengan kisaran biaya haji tahun ini adalah 30 juta. Sehingga perkiraan biaya haji untuk 10 tahun mendatang adalah 65 juta.

Pilih jenis investasi

Bisa berupa tabungan, deposito, emas. Pilihan yang disarankan adalah deposito. Alasannya karena kalau tabungan bisa diambil kapanpun di ATM, juga persenannya lebih kecil dari deposito, belum lagi tiap bulan dipotong biaya administrasi. Sehingga lebih ‘aman’ untuk menabung jangka panjang dan hanya bisa diambil sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Jenis deposito berjangka 12 bulan, 24 bulan dan sebagainya. Deposito juga bisa diambil jika nominalnya sudah mencapai angka untuk biaya haji, pembelian rumah.

Sebagai contoh pada bank syari’ah, membuka deposito haji dikenakan setoran awal sebesar Rp500.000 dan setoran selanjutnya minimal Rp100.000. Sangat terjangkau bukan. Bahkan jika tabungan sudah mencapai nominal puluhan juta maka secara otomatis terdaftar dalam antrian haji.

Asumsi tabungan per bulan

Waktu yang Anda miliki untuk menabung yaitu 10 tahun. Berarti Anda harus mengumpulkan 65 juta. Hal ini bisa memakai rumus untuk menentukan jumlah yang harus ditabung per bulan selama 10 tahun. Berikut rumusnya.

Dana yang dibutuhkan : faktor pembagi bulanan (menurut hasil investasi bank selama 10 tahun)

Rp65.000.000 : 752,68 = 86.436/bulan.

Jadi Anda hanya perlu menabung Rp86.436 per bulan selama 10 tahun. Dan ini berlaku untuk 1 orang. Jadi kalau Anda berniat naik haji bersama pasangan atau anggota keluarga lainnya, jumlah per bulan dikalikan jumlah orang.

Tidak ada yang tahu bagaimana besarnya kebutuhan setelah menikah. Mungkin dana untuk tabungan akan terhambat dalam beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Ada sejumlah orang mengalami keputusan harus memberhentikan tabungan naik haji karena dananya terpakai untuk biaya operasi caesar, anak masuk sekolah dan hal urgent lainnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan yaitu menggunakan dana talangan. Meski harus tertunda beberapa tahun dari target keberangkatan haji, ada orang yang menolak dana talangan dengan alasan tidak mau menunaikan ibadah haji dengan cara berhutang. Namun pihak lainnya bersedia menggunakan dana talangan karena berpikir bahwa setelah berumah tangga akan banyak kebutuhan tak terduga. Sedangkan jumlah dana talangan hanya untuk menggenapi biaya naik haji. Jadi tidak seluruhnya berhutang untuk naik haji. Dana talangan nantinya bisa dicicil per bulan setelah kembali dari naik haji. Sehingga Anda bisa membayar cicilan dana talangan, tetap bisa membayar kebutuhan bulanan, juga menabung keperluan rumah tangga dan anak. Pilihan di tangan Anda.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *