Bagaimana Cara Memilih Perencana Keuangan?

Dunia investasi kini makin ramai dilahap oleh masyarakat secara luas. Tidak sedikit dari masyarakat yang terhitung masih baru dalam dunia investasi ini. Mengingat ada kasus-kasus investasi bodong yang sangat merugikan dan jelas-jelas menjauhkan nasabah dari tujuan finansial yang telah dibangun, tidak sedikit dari mereka yang lalu menghubungi penyedia jasa perencana keuangan untuk meminta bantuan. Namun sebenarnya, fungsi dari perencana keuangan tidak hanya sebagai penasihat investasi saja, masih banyak manfaat lain yang kita peroleh.

Baca: Mengapa Kita Butuh Financial Planner?

Ketika kita menghubungi jasa perencana keuangan pun kita juga harus berhati-hati. Pasalnya memang ada oknum tertentu yang mengaku sebagai perencana keuangan tetapi malah berfungsi sebagai agen penjualan produk keuangan. Tidak semua memang, sekali lagi hanya oknum saja, tetapi hal itu nyata ada dan telah jelas menyalahi fungsinya.

Artikel ini akan menginformasikan kepada anda bagaimana cara memilih perencana keuangan yang paling tepat untuk anda. Berikut uraiannya.

  1. Kenali terlebih dahulu calon perencana keuangan anda

Sesuai pepatah yang sering kita kenal ?ak kenal maka tak sayang? itulah yang perlu kita perhatikan dalam memilih jasa perencana keuangan. Bedanya, kita tidak diminta sayang kepada perencana keuangan, tetapi kita diminta sayang kepada niat investasi, modal, dan tujuan finansial yang telah kita pilih. Mengeluarkan anggaran untuk memunculkan itu semua bukanlah hal modah, buktinya tidak banyak orang yang melakukannya.

Mengenal calon perencana keuangan anda berarti menghindarkan diri anda dari ?embeli kucing dalam karung.?Sebelum menggunakan jasa mereka kita mesti tahu terlebih dahulu latar belakang mereka, baik soal pendidikan, sertifikasi, asosiasi, dan sebagainya yang akan dibahas pada poin berikutnya setelah ini.

Beberapa hal yang perlu kita kenali adalah jam terbang dan pengalaman. Kita perlu mengetahui berapa lama mereka sudah berkecimpung dalam dunia perencanaan keuangan ini, berapa jumlah klien, dan siapa saja klien yang telah ditangani (meskipun mungkin ada beberapa yang dirahasiakan sebagai hak klien). Kita juga perlu mengetahui apa pengalaman dia selama ini, masalah-masalah seperti apa yang sudah pernah dia tangani dan bagaimana cara menyelesaikannya. Dari situ kita bisa mengenal apa keahlian yang dimiliki oleh perencana keuangan ini, apakah sesuai dengan kebutuhan anda atau tidak.

Mengenal secara keseluruhan perencana keuangan anda adalah langkah yang wajar dilakukan. Karena bagaimanapun keputusan untuk membayar jasa perencana keuangan bukanlah keputusan yang main-main, karena kelak kita akan secara terbuka memberikan laporan secara rinci kondisi keuangan kita untuk mereka lakukan analisis.

  1. Pilih yang mampu memberikan jasa komprehensif

Secara garis besar ada tiga macam pelayanan yang diberikan oleh jasa perencana keuangan. Ada yang menawarkan untuk membuat rencana keuangan secara komprhensif, komplit dari awal perencanaan hingga nanti pada bagian implementasinya. Bahkan ada juga yang akan mengingatkan anda per bulan agar langkah yang anda ambil sesuai dengan strategi yang telah dirumuskan bersama dengan mereka.

Pelayanan yang kedua adalah pemberian konsultasi soal langkah ataupun produk keuangan apa yang akan anda pilih. Namun dalam suatu waktu barangkali anda juga membutuhkan pelayanan model yang ketiga yaitu anda hanya membutuhkan pelatihan saja dari perencana keuangan tersebut. Kasus ini terjadi ketika anda biasanya tidak ingin membuka apapun data keuangan anda sehingga ingin mengurusi sendiri.

Maka pilihlah perencana keuangan yang menyediakan jasa komprehensif karena anda suatu saat akan membutuhkan semuanya. Bahkan seorang pakar keuangan menyarankan kepada anda yang pemula dalam dunia investasi untuk memulai dengan menggunakan jasa komprehensif terlebih dahulu sebelum anda memutuskan untuk menggunakan model pelayanan lain. Anda memang akan membayar tarif sedikit lebih tinggi dari pelayanan yang lain, tetapi keuntungan yang anda dapatkan akan lebih banyak, terutama dari segi pengetahuan mendasar yang perlu anda ketahui.

  1. Perhatikan asosiasi dan sertifikasi yang dimiliki

Kenali dan periksa juga latar belakang dari perencana keuangan yang anda temui. Pastikan bahwa mereka memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh asosiasi perencana keuangan yang terpercaya baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Bagaimanapun pemeriksaan sertifikasi ini adalah salah satu proses penting untuk memastikan bahwa perencana keuangan anda memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup untuk melaksanakan fungsi perencanaan keuangan milik anda. Sertifikasi ini menjadi semacam penguat bukti bahwa kemampuan yang mereka miliki sudah diakui karena sudah lolos melewati rangkaian ujian oleh asosiasi tersebut.

Paling tidak program sertifikasi berfungsi untuk memberikan kepastian kepada anda bahwa ada standar kompetensi, standar etika, dan standar praktik yang sudah mereka lampaui. Selain standar itu, sertifikasi juga menjadi pengikat bahwa mereka sudah setuju dan tunduk pada nilai integritas, objektivitas, kompetensi, kerahasiaan, keadilan, dan ketekunan ketika menghadapi klien yang meminta bantuan jasa mereka.

Kita tentu boleh berharap bahwa dengan sertiifikasi dan asosiasi itu menjamin bahwa perencana keuangan yang kita tuju memang berkualitas. Mereka yang bersertifikasi itu selain tunduk pada nilai yang diajukan asosiasi, mereka juga biasanya meng-update pengetahuan mereka yang mendalam soal bidang yang mereka kuasai.

  1. Pastikan sistem pembayarannya

Layaknya melakukan sebuah kerja sama bisnis dengan orang lain, kita mestinya mendapatkan kesepatakan juga soal sistem pembayaran jasa mereka. Hal ini harus dipastikan di awal pertemuan anda. Untuk itu anda harus menerima penjalasan apakah mereka ini tipe perencana keuangan yang menggunakan sistem fee atau komisi, masing-masing membawa dampak yang berbeda pada sistem pembayaran yang akan anda hadapi.

Jangan sampai terjadi masalah di kemudian hari karena anda berbeda persepsi dengan perencana keuangan perihal sistem pembayaran. Dengan menyepakati sistem pembayaran ini anda akan lebih mudah memlih mana sistem yang paling memudahkan atau yang paling cocok dengan apa yang anda miliki sekarang.

  1. Ketahui prinsip kerja yang ditawarkan

Setiap perencana keuangan barangkali memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda, tergantung budaya kerja dan motivasi yang mereka bangun sejak awal. Ada perencana keuangan yang akan mengajukan penawaran soal pilihan investasi yang perlu anda beli, sedangkan yang lain cukup dengan merekomendasikan saja pilihan investasi mereka. Bedanya, yang awal tadi memang ada tendensi menjual produk, tidak hanya memberikan rekomendasi.

Hal ini sangat bergantung kepada tujuan finansial, karakter pribadi, dan kebutuhan anda ketika menghubungi pihak perencana keuangan. Bila anda merasa tidak tahu sama sekali dan butuh untuk diarahkan, komunikasikan kebutuhan itu dengan perencana keuangan agar dia bisa melakukan analisa untuk kemudian memberikan pilihan investasi yang paling tepat. Namun pastikan bahwa keputusan ini berada di tangan anda, anda sendiri yang paling tahu kebutuhan dan kenyamanan anda dalam berinvestasi.

Hal lain yang juga diperhatikan adalah apakah perencana keuangan itu bekerja sendiri atau bersama dengan tim kerja mereka. Anda perlu mengetahui apakah besok anda akan bertemu dengan dia secara pribadi ataukah didampingi oleh tim. Banyak kejadian klien yang merasa dirugikan karena ketika tiba waktu konsultasi mereka tidak bisa langsung bertemu dengan perencana keuangan yang dituju, tetapi ditangani oleh orang lain yang berada dalam tim yang sama. Maka pastikan terlebih dahulu bagaimana mekanisme yang jelas soal konsultasi ini.

  1. Bisa dipercaya

Sebagai penutup, ini adalah hal terakhir yang sangat penting: pilihlah perencana keuangan yang bisa dipercaya. Mengapa? Karena ketika anda, katakanlah seorang pemula dalam dunia investasi, ingin memulai aktivitas ini anda perlu membuka blak-blakan soal kondisi keuangan anda. Yang dimaksud adalah benar-benar terbuka dan tak ada yang ditutupi supaya mereka bisa melakukan analisa yang paling tepat dan akurat guna memunculkan rekomendasi langkah yang paling efektif. Keterbukaan semacam ini tentu hanya bisa kita lakukan kalau kita memercayai perencana keuangan tersebut. Jika ada rasa tidak percaya di awal, berikut-berikutnya akan sulit untuk kita lanjutkan, akibatnya menjadi sia-sia karena upaya mendekati tujuan finansial kita tidak akan berjalan optimal padahal sudah membayar mahal.

Lantas bagaimana kita bisa menentukan apakah perencana keuangan itu bisa dipercaya atau tidak? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Mulai dari mengecek status sertifikasinya, bertanya kepada teman/keluarga/kolega yang pernah menggunakan jasa mereka, atau hal lain. Namun satu hal yang kami sarankan adalah lihatlah ketika dia menyusun rencana keuangan, apakah menggunakan pertimbangan basis riset yang kuat atau tidak. Kita tentu akan lebih percaya kepada mereka yang mengambil keputusan berdasarkan data yang muncul dari riset-riset terkini soal keuangan. Selain itu lihatlah apakah yang mereka tawarkan kepada itu memperlihatkan hasil yang normal atau tidak. Jangan tergiur dengan hasil yang tinggi, anda perlu curiga bila menemukan kasus demikian.

Sudah siapkah anda untuk meminang perencana keuangan anda?