Apakah Anda Cocok Menjadi Freelancer?

Tertarik dengan keuntungan yang Anda dapat dengan menjadi seorangfreelancer? Tidak terikat waktu kerja, bebas menentukan agenda pekerjaan hari ini, memiliki fleksibilitas waktu, menjadi bos untuk Anda sendiri, bisa bekerja dari rumah, dan masih banyak lagi… Alasan-alasan ini menyebabkan orang-orang yang bekerja kantoran terlihat seperti robot yang telah diprogram untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Sesungguhnya, tidak ada yang salah dengan bekerja sebagai seorang karyawan kantoran. Sebab, pada kenyataannya, ada banyak pula alasan untuk tidak menjadi seorangfreelancer! Pada akhirnya semua kembali lagi ke Anda untuk memilih mana yang terbaik untuk diri Anda sendiri. Nah, di bawah ini ada 15 alasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda dalam memilih. Menjadi seorangfreelancermungkin memang bukan sesuatu yang ingin Anda jalani sebagai karir Anda jika:

1. Anda berpikir bahwa bekerja sebagai seorangfreelancerlebih mudah dibanding bekerja sebagai karyawan

Banyak orang berpikir bahwa pekerjaanfreelancejauh lebih mudah dibanding dengan pekerjaan yang saat ini sedang mereka lakukan. Mereka hanya tinggal mengeksekusi proyek yang mereka inginkan saja, tidak ada bos yang mengatur, menentukan jam kerja sendiri, tidak ada rekan kerja yang menyebalkan.

Saatnya berpikir ulang. Kebanyakanfreelancertidak terlalu pemilih ketika menentukan pekerjaan yang akan dilakukan di awal menjalani pekerjaan ini. Anda tidak punya rekan kerja untuk diajak berdiskusi, dan tidak ada atasan yang siap di belakang Anda. Anda harus menghadapi klien sendirian, dan harus mampu bernegosiasi dengan klien mengenai pekerjaan yang harus dilakukan, tenggat waktu yang diberikan, dan imbalan yang akan didapatkan. Semua harus dapat ditangani sendiri, termasuk ketika Anda mendapati jalan buntu dalam menyelesaikan pekerjaan Anda.

2. Anda tidak punya pengalaman

Jika Anda seorangfresh graduate, mungkin tidak banyak pengalaman yang Anda miliki dalam dunia kerja. Sesungguhnya, ada banyak alasan mengapa pengalaman menjadi sesuatu yang penting ketika Anda menjadi seorangfreelancer.

Pertama, Anda harus memiliki portofolio untuk meyakinkan klien agar memilih menggunakan jasa Anda. Lebih baik lagi jika Anda punya situs yang dapat memajang portofolio yang berisi karya Anda untuk orang lain (lebih bagus lagi jika ?rang lain?ini sungguh-sungguh orang lain, bukan keluarga atau kerabat), untuk meyakinkan klien bahwa Anda berpengalaman dan bisa memuaskan orang lain yang sudah menggunakan jasa Anda sebelumnya.

Kedua, pengalaman membuktikan bahwa Anda mampu menyelesaikan proyek yang diberikan pada Anda. Jika Anda tidak pernah menyelesaikan proyek lain selain proyek pribadi Anda, orang sulit untuk percaya bahwa Anda memiliki kapabilitas menyelesaikan proyek yang mereka berikan pada Anda dengan baik. Dalam hal ini, pengalaman menunjukkan profesionalitas dan komitmen Anda dalam bekerja.

3. Anda tidak punya insting berbisnis

Jujur saja, pekerjaanfreelanceakan sulit Anda lakukan jika Anda tidak terampil berbisnis. Ketika Anda melakoni pekerjaanfreelance, berarti Anda tidak hanya bekerja pada bidang keahlian Anda saja, tetapi juga menjalankan bidang pemasaran, penjualan, promosi, tawar menawar dengan klien, mencari celah bisnis, meriset pasar, dan lain sebagainya. Kelak Anda dapat mencari karyawan untuk melakukan pekerjaan ini. Tetapi pada awalnya, Anda harus melakukannya sendiri. Untuk itu, Anda harus memiliki gambaran mengenai pemasukan dan pengeluaran Anda ketika melakoni pekerjaanfreelance.

4. Anda membutuhkan banyak fasilitas

Memilih menjadifreelancerberarti harus siap kehilangan berbagai fasilitas seperti fasilitas kesehatan, cuti, tunjangan hari raya, fasilitas komputer dan internet, dan berbagai fasilitas lainnya yang Anda dapat ketika Anda bekerja kantoran. Ini berarti Anda harus membiayai sendiri apa yang sebelumnya dibiayai oleh kantor Anda, mulai dari tagihan-tagihan rumah sakit, biaya perjalanan dinas, internet, telepon, mengadakan alat-alat sendiri seperti komputer dan sebagainya. Ini berarti Anda juga tidak mendapat uang ketika Anda tidak dapat bekerja karena sakit. Anda siap?

5. Anda mengira uang darifreelancerlebih banyak dari uang pekerja kantoran

Banyak yang berpikir bahwa penghasilanfreelancerlebih banyak dari karyawan kantoran, sebab, keuntungan yang didapat langsung masuk ke kantong pribadi, dan tidak dibagi ke orang lain. Ada benarnya, tapi tidak seluruhnya benar!

Dengan menjadifreelancer, Anda harus membiayai semua kebutuhan terkait dengan bisnis, dari kantong Anda sendiri! Kebutuhan peralatan kantor, alat-alat yang harus terus diganti atau diperbarui, kerusakan peralatan terkait pekerjaan,software,makan dengan klien, dan semua biaya yang biasa ditagihkan ke kantor kini harus Anda biayai sendiri. Dengan menjadifreelancer, Anda juga harus mencoret tunjangan lembur. Tidak akan ada uang tambahan ketika Anda terus bekerja menyelesaikan proyek sesuai tenggat waktu hingga tengah malam.

6. Anda ingin memberikan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

Lupakan batasan tersebut. Menjadifreelancerberarti tidak ada batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda. Sebab, Anda akan bekerja di sela-sela Anda menjalani kehidupan pribadi. Di manapun dan kapanpun Anda harus siap telepon Anda berdering karena klien. Setiap waktu Anda harus siap membalas pesan dari mereka. Tak ada lagi tombol ?n-off?seperti pekerja kantoran. Bersiaplah untuk menjalani hidup baru karena sekarang Anda tak ubahnya dengan kantor berjalan.

7. Anda tidak disiplin dengan diri Anda sendiri

Jika Anda tidak disiplin dengan diri Anda sendiri, Anda akan kesulitan menjalani pekerjaan ini. Pekerjaan sebagaifreelancerjelas tidak cocok jika Anda tipe orang yang mudah tergoda untuk membukaFacebookataubrowsingdi sela pekerjaan Anda.

Di kantor, ada peraturan mengenai jumlah pekerjaan dan limit waktu yang harus Anda taati, serta ada sanksi yang jelas jika tidak dipenuhi. Tetapi di rumah, peraturan itu Anda sendiri yang membuat, dan Anda sendiri yang menjadi pengawas dari hasil pekerjaan Anda. Jika Anda tidak disiplin terhadap Anda sendiri, Anda tidak akan optimal dalam menjalani pekerjaan ini. Akibatnya, klien Anda tidak puas dan Anda akan mendapat reputasi yang buruk. Ini jelas tidak baik untuk bisnis Anda. Jika Anda sulit untuk disiplin terhadap diri sendiri, sebaiknya Anda tetap setia dengan status karyawan kantor saja.

8. Anda berpikir akan punya banyak waktu luang

Pekerjaanfreelancememberi Anda kesempatan untuk mengelola waktu, tetapi tidak serta merta memberi Anda banyak waktu luang. Kini ada begitu banyak hal yang dulu dikerjakan orang lain harus Anda kerjakan sendiri. Anda akan banyak menjumpai kebuntuan, mengulang-ulang hal yang tak perlu, atau tidak efisien dalam mengelola waktu. Hal ini terjadi sebab Anda sedang beradaptasi untuk belajar mengelola banyak hal baru. Bersiaplah untuk bekerja lebih lama daripada ketika Anda bekerja kantoran, juga tetap bekerja di waktu ketika para pekerja kantor libur. Anda mungkin akan mengalami ini selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun, baru kemudian setelah bisnis Anda sudah stabil dan mantap, perlahan Anda bisa mengurangi waktu kerja Anda.

9. Di rumah Anda tidak ada tempat khusus untuk bekerja

Sediakan tempat khusus untuk bekerja jika Anda memutuskan menjadifreelancer. Bagaimanapun, pekerjaan Anda membutuhkan tempat untuk bekerja. Mungkin tidak perlu sebuah ruang khusus, tetapi sediakan satu tempat khusus seperti sebuah meja di sudut ruang, atau dimanapun itu.

Hapus jauh-jauh bayangan bahwa Anda akan membuka laptop Anda di atas meja makan, bersebelahan dengan lauk pauk, atau membuka laptop di atas meja di sebuah kafe setiap pagi sembari menikmati secangkir kopi. Itu hanya akan membuat Anda sakit kepala, dan ujung-ujungnya, Anda tidak akan membuka laptop Anda.

10. Anda sulit mengakomodasi orang lain

Tidak ada bos yang menggaji Anda. Lantas, darimana pemasukan Anda? Dari klien yang Anda tangani. Oleh karena itu, Anda harus dapat mengakomodasi kebutuhan klien Anda. Dengarkan dan beri klien Anda ruang untuk berpendapat sehingga klien Anda juga mendapat kepuasan.

Bedakan pekerjaanfreelancedengan pekerjaan seniman idealis. Puaskan klien dengan karya terbaik Anda, dan jangan lupa selalu berikan ciri khas di dalamnya. Kelak ketika Anda memiliki reputasi baik, akan ada banyak kepercayaan yang diberikan pada Anda.

11. Anda tidak dapat memperjuangkan diri Anda sendiri

Dalam berbisnis, Anda tidak dapat menghindari klien-klien yang sulit ditangani. Jika Anda tidak asertif dan berani membela diri Anda sendiri, Anda tidak akan dapat berdiri di atas kedua kaki Anda sebagaifreelancer.

Seorangfreelancerbekerja dengan mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu, Anda harus percaya diri, dan mampu mengatasi perilaku klien yang berpotensi merugikan Anda.

12. Anda kesulitan memotivasi diri sendiri

Walaupun tampak mirip, memotivasi diri sendiri berbeda dengan mendisiplinkan diri sendiri. Disiplin terkait dengan hal-hal yang memang harus dikerjakan, sedangkan motivasi terkait dengan hal-hal yang ingin Anda kerjakan.

Dalam menjalankan pekerjaanfreelance, Anda tidak cukup untuk hanya disiplin saja. Anda juga harus termotivasi, agar bisnis Anda semakin kuat, dan pekerjaan tersebut dapat Anda jalani dengan semangat. Jika Anda tidak termotivasi dalam menjalani pekerjaanfreelance, Anda akan kehilangan poin penting yang membuat pekerjaanfreelancemenjadi menarik, yaitu menjadi bos bagi diri Anda sendiri.

13. Anda tidak suka sendirian

Jika Anda suka bersama orang banyak dan menyukai keramaian dalam bekerja, berarti Anda tidak cocok menjadifreelancer. Freelancerkerap bekerja sendirian. Tidak semua waktu Anda digunakan untuk bertemu klien. Tidak ada rekan kerja di sekitar Anda. Tidak ada jam makan siang bersama yang diisi obrolan-obrolan seru. Kemungkinan besar Anda akan makan siang sendiri di rumah.

Tentu ada solusi atas hal ini. Sesekali Anda dapat bekerja di luar rumah, misalnya di kafe, atau sesekali makan siang dengan teman-teman Anda. Hal ini akan mengatasi kesendirian Anda, dan membuat Anda bersemangat kembali.

14. Anda tipe pasif

Jika Anda jarang memiliki inisiatif, jarang memiliki ide, kerap menunggu inspirasi yang tak kunjung tiba, lebih suka mengerjakan apa yang diminta orang, taat dan tekun terhadap pekerjaan yang tersedia di meja Anda, kemungkinan besar pekerjaanfreelancetidak cocok untuk Anda.

Bekerjafreelancemenuntut Anda untuk aktif mencari pekerjaan, mempromosikan diri Anda sendiri, meyakinkan klien, meriset pasar, dan menuntut Anda untuk terus meningkatkan kualitas dan performa Anda.

15. Anda ingin orang menghargai status Anda

Harus diakui meskipun hal ini menyebalkan, tetapi di mata orang lain seperti keluarga dan teman Anda, Anda terlihat sebagai pengangguran. Banyak orang tidak dapat melepaskan ?ekerjaan?dengan ?antor? sehingga jika Anda tidak punya ?antor? berarti Anda tidak punya ?ekerjaan? Orang akan tetap melihat Anda sebagai pengangguran meskipun Anda produktif.

Dicap sebagai pengangguran berarti juga harus siap menanggung konsekuensinya. Anda akan dibebani pekerjaan-pekerjaan lain yang akan menyita waktu Anda, seperti mengurus rumah, dan siap diganggu untuk mengurus berbagai macam hal seperti membayar listrik, membayar telepon, mengantar jemput anggota keluarga, dan lain sebagainya.

***

Pada akhirnya, menjadi pekerjafreelanceatau pekerja kantoran benar-benar sebuah pilihan. Sebab tidak ada yang benar dan yang salah, tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk, tidak ada yang lebih enak atau lebih sulit. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Semuanya kembali pada Anda, mana yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda saat ini.

Bagi sebagian orang, menjadifreelanceradalah sebuah impian. Bagi sebagian lainnya, bekerja kantoran merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan. Pertimbangkan baik-baik ketika Anda memang harus memilih. Percaya dirilah dengan pilihan Anda, selama pekerjaan Anda membuat Anda nyaman dan mampu memenuhi hidup Anda. Selamat memilih dan mensyukurinya!