Apa Yang Dimaksud Bunga KPR Bersubsidi?

Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk tentunya berdampak pada kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Selain makanan juga diperlukan tempat tinggal yang layak bagi setiap individu agar terjamin kehidupannya. Perlu kita ketahui bahwasahnya tempat tinggal tidaklah murah untuk mendapatkannya. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan seperti di ibukota. Masalah inipun tidak luput dari perhatian pemerintah Indonesia sehingga muncullah solusi baru yakni kredit perumahan rakyat yang bersubsidi.

Bunga KPR Bersubsidi

Keunggulan dari kredit perumahan rakyat atau disingkat dengan KPR ini memiliki cicilan yang rendah baik dari segi harga maupun suku bunganya. Angsuran KPR membuat masyarakat menengah khususnya warga miskin mampu memiliki rumah yang layak huni. Biaya bunga yang biasa mengancam para kreditur perumahan juga tidak akan anda alami dengan KPR Bersubsidi. Bunga KPR umumnya terbagi atas bunga flat, anuitas bulanan atau tahunan dan bunga efektif. Bunga flat berati besaran bunga yang dikenakan sama setiap bulannya dan tidak terpengaruhi suku bunga. Bunga efektif merupakan besaran bunga yang dikenakan tergantung dengan keadaan kondisi pasar sehingga jumlahnya berubah-ubah tiap bulannya.

Sumber:http://www.mappijatim.or.id

Sumber:http://www.mappijatim.or.id

Bunga anuitas sendiri biasanya nilai bunganya akan mengecil tiap bulannya namun angsurannya dibuat lebih besar. Jenis perumahan yang ditawarkan ada yang berupa rumah tapak maupun rumah susun dengan ukuran yang cenderung minimalis namun multi fungsi. Bank pun diikutkan untuk bekerja sama dengan program pemerintah ini salah satunya adalah bank BTN. Bagi anda yang ingin mendaftarkan diri untuk mendapatkan KPR bersubsidi bisa mempersiapkan syarat-syarat berikut:

Baca Juga:

1. Merupakan warga negara Indonesia yang berusia 21 tahun atau telah menikah

2. Belum pernah menerima KPR bersubsidi dan memiliki gaji tidak melebihi Rp.4.000.000 sebulan untuk rumah tapak dan Rp.7.000.000 untuk rumah susun.

3. Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan SPT tahunan serta memiliki usaha atau pekerjaan minimal satu tahun.

4. Anda diwajibkan memberikan pas photo terbaru,KTP dan KK

5. Melampirkan TDP atau SIUP bagi pengusaha dan NPWP juga SK pengangkatan pegawai untuk karyawan

6. Slip gaji juga diperlukan dan mengharuskan mentanda tangani surat pernyataan yang berisi pernyataan belum pernah menerima KPR bersubsidi.

Ada pula peraturan untuk ketentuan penghuni KPR bersubsidi diantaranya adalah berikut :

a. Pemerintah berhak mengambil alih KPR bersubsidi bilamana tidak ditempati kurang dari satu tahun lamanya.

b. Bila disewakan maka akan diatur kepemilikannya bilamana telah ditinggali kurang lebih 5 tahun untuk rumah setapak dan 20 tahun untuk rumah susun.

c. Dialihkan kepemilikannya bilamana terdapat kredit macet dan tidak terlunasinya cicilan rumah tersebut.

Rumah KPR bersubsidi memang hanya ada terbatas sehingga pihak pemerintahpun sangat selektif dan berhati-hati dalam memutuskan kepemilikan. Oleh sebab itu KPR bersubsidi tidak dapat dimiliki setiap orang. banyak sekali masyarakat yang memperebutkan hunian tipe ini bahkan yang tidak terkategorikan masyarakat yang ditujukan. Bagi anda yang hendak mendaftarkan diri untuk mendapatkan tempat tinggal bersubsidi ini ada baiknya mencermati dulu tips berikut:

1. Periksa keuangan anda Biarpun rumah jenis ini memiliki downpayment yang rendah dan suku bunga serta cicilan yang rendah tidak berarti tanpa resiko. Apabila terjadi kredit macet tentu saja hunian yang anda impikan ini akan diambil alih kepemilikannya. Sebelum mengikutsertakan diri periksalah keuangan anda apakah mumpuni atau tidak.

2. Cari informasi sebanyak-banyaknya Sebelum membeli carilah informasi KPR bersubsidi ini sebanyak-banyaknya agar anda tidak merugi. Pilihlah lokasi rumah yang strategis dan layak hunian sehingga anda mendapatkan akses yang maksimal untuk transportasi.

3. Persiapkan persyaratan secara maksimal Jangan lupa untuk meneliti persyaratan anda sebelum dikirimkan ke pihak bank. Tindakan ini dilakukan agar anda tidak ditolak pengajuannya oleh pihak bank. Bila anda ditolak anda bisa mencari tahu penyebab penolakannya agar kedepannya bisa diterima.

4. Rajin datang ke pameran Jangan lupa untuk mengunjungi pameran perumahan khususnya untuk perumahan yang ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah. Hal ini bisa membantu anda menentukan pilihan dan menetapkan langkah selanjutnya.

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *