Apa itu Generasi Sandwich?

Sandwich adalah makanan khas ala barat yang tediri dari roti tawar yang ditumpuk dengan sayur, telur mata sapi, daging, dan juga keju. Lezat tentu saja, apalagi jika ditambah dengan mayonnaise dan saus tomat. Lalu apakah ada kaitan sandwich (makanan) dengan generasi sandwich yang akan kita bahas pada artikel kali ini? Generasi sandwich pada dasarnya memiliki tingkatan berlapis yang sama seperti roti isi (sandwich). Tingkatan berlapis yang dimaksud adalah beban hidup yang harus ditanggung para generasi ini.

Generasi Sandwich

Generasi sandwich memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan orang tua mereka, disamping itu mereka juga harus menganggung biaya hidup keluarga mereka sendiri. Sebab terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya persipan para generasi orangtua dikala masih bisa mencari nafkah. Kurang bisanya memilah dan memilih prioritas juga menjadi faktor pemicu timbulnya generasi roti isi tersebut. Biasanya generasi orang tua kurang bisa menyisihkan sebagian uangnya sebagai simpanan dana pensiun yang menjadi imbas beban untuk generasi sandwich. Tidak begitu banyak dari para generasi orang tua yang memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup bagaimana cara mengelola keuangan mereka.

Sumber: http://assets-a2.kompasiana.com

Sumber: http://assets-a2.kompasiana.com

Orang tua yang memiliki cukup ilmu tentu akan pandai-pandai menyisihkan uang untuk berinvestasi jangka panjang seperti membeli tanah atau bangunan sebagai tabungan masa tua. Dengan memiliki investasi tersebut tentunya tidak akan menjadi beban untuk generasi anak-anak mereka. Generasi sandwich dimasa sekarang semakin tercekik lantaran pola pikir masyarakat yang lebih memilih memiliki anak dengan jumlah yang sedikit dengan biaya hidup yang lebih tinggi. Di jaman lalu setidaknya satu orang tua bisa memiliki 5-10 anak sehingga di masa tuanya biaya hidup bisa dipikul bersama dan tidak hanya membeni 1-2 anak saja.

Biaya yang harus dikeluarkan perbulannya oleh generasi sandwich dirasa sangat besar karena harus menanggung biaya hidup dan biaya kesehatan orang tua mereka, disamping itu mereka juga harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak mereka sendiri. Harus berusaha ekstra dan ekstra keras adalah jawaban untuk para generasi sandwich sekarang ini. Jika kalian termasuk orang yang menanggung biaya hidup orang tua dan juga anak, maka kalian adalah para generasi sandwich. Hal yang harus diperhatikan agar kejadian tersebut tidak terulang pada generasi selanjutnya adalah dengan pintar-pintar mengatur keuangan.

Perbanyak informasi dan pengetahuan tentang bagaimana cara menyisihkan uang untuk dana pensiun. Kuasai juga ilmu tentang cara menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya agar tidak terjadi kejomplangan pendapatan. Generasi sandwich sebenarnya bukanlah suatu generasi yang salah. Dengan menjadi generasi ini berarti kita diberi lahan untuk membalas kebaikan dan kasih sayang kepada orang tua yang selama ini sudah menanggung beban kita dari masih kecil sampai bisa mandiri. Namun saat kita menjadi orang tua, tentunya pikiran untuk tidak membebani anak pastinya akan terlintas dibenak kita.

Perencanaan yang matang bahkan sebelum anak lahir adalah kunci untuk memutus rantai generasi sandwich. Menghitung dengan cermat antara beban biaya hidup sehari-hari dan juga biaya hidup saat pensiun kelak akan membuat hari senja menjadi lebih bernilai tanpa harus menjadi beban anak-anak kalian dikemudian hari. Dana pensiun yang cukup tersebut akan membuat generasi selanjunya memiliki kualitas hidup yang cukup dengan keluarganya kelak. Kebahagiaan anak tentu adalah kebahagiaan orang tua bukan?

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *