Cara Resign dari Pekerjaan

Pada artikel lain dari website ini anda akan menemukan tanda-tanda agar anda segera resign dari pekerjaan anda (baca juga: Tanda Agar Anda Segera Resign) saat ini. Biasanya alasan paling besar yang digunakan adalah anda tidak menemukan kenyamanan ketika melakukan pekerjaan di kantor ini, atau sudah ada perusahaan lain yang lebih bonafit yang menerima anda sebagai pegawai mereka. Namun, apapun yang mendorong anda untuk segera resign dari pekerjaan, anda perlu untuk mengetahui beberapa hal berikut sebelum anda mengajukan resign kepada atasan anda.

Patuhi peraturan kantor

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah anda mematuhi peraturan kantor dan perundang-undangan ketika akan mengajukan resign. Misalnya, anda harus mematuhi prosedur resign sesuai dengan tanggalnya. Pada UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 162 ayat 3 butir (a) tertulis ?mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri?Maka sebaiknya anda mematuhi peraturan tersebut dengan merencanakan mengundurkan diri dengan elegan.

Tinggalkan kesan baik

Meski sudah tidak berhubungan langsung dengan rekan kerja dan atasan anda, anda perlu meninggalkan kesan baik ketika anda mengajukan resign. Hal ini berkaitan dengan kredibilitas profesional mereka di depan mata rekan kerja dan atasan anda. Lagipula kesan baik ini nantinya akan terasa ketika anda suatu saat membutuhkan rekomendasi kerja yang perlu dikeluarkan oleh atasan anda ketika anda akan memasuki sebuah perusahaan baru yang mensyaratkan hal itu. Anda bisa membayangkan bagaimana kesulitannya karyawan akan mendapatkan surat rekomendasi yang baik ketika mereka sendiri tidak meninggalkan kesan yang baik pada atasan mereka. Pada beberapa jenis perusahaan, surat rekomendasi dari atasan dan rekan kerja ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kredibilitas anda sebagai calon karyawan pada perusahaan tersebut.

Merampungkan tugas anda

Kita banyak menemui kasus karyawan yang kabur begitu saja sesudah mengajukan resign kepada atasan mereka. Ada juga yang mematuhi prosedur tanggal penyerahan surat resign dan kemudian secara sah memutuskan untuk mengundurkan diri pada tanggal tertentu, tetapi dia meninggalkan tugas dan tanggungjawab mereka. Hal ini tentu tidak menunjukkan diri mereka sebagai seorang yang profesional. Melepas tugas anda berarti memberikan beban kerja kepada orang lain yang belum tentu memiliki pemahaman akan alur tugas anda, apa yang sudah anda lakukan, dan apa yang perlu anda lakukan. Hal ini tentu akan membebani manajemen kantor. Lagipula dalam Pasal 162 UU Ketenagakerjaan juga sudah tertuliskan ?pekerja) tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.?r

Merahasiakan pengunduran diri

Ketika anda memutuskan untuk resign dan akan mengajukan surat resign tersebut kepada atasan, anda tidak perlu memberitahu semua orang terkait dengan keputusan anda tersebut. Bahkan kalau bisa anda merahasiakan keputusan anda ini dan hanya memberitahukan kepada atasan anda saja mengenai keputusan resign ini. Hal ini berkaitan dengan, misalnya, tawaran balik yang disampaikan oleh atasan anda. Akan menjadi tidak elegan ketika anda sudah memberitahukan kepada semua rekan kerja anda bahwa anda akan keluar, tetapi kemudian ada tawaran balik yang menggiurkan dan membuat anda tidak mungkin menolak tawaran tersebut. Maka, pastikan ada hal-hal detil yang anda bicarakan dengan atasan dulu, baru anda menceritakan hal tersebut mendekati masa terakhir kerja anda.

Persiapkan tawaran balik

Tidak semua atasan akan langsung menyetujui permohonan pengunduran diri yang anda sampaikan. Bila posisi dan kecakapan anda dalam bekerja masih sangat dibutuhkan oleh kantor, hampir pasti anda akan diberi tawaran balik. Biasanya, tawaran balik tersebut dalam bentuk kenaikan gaji yang cukup signifikan untuk menahan anda agar tidak jadi mengundurkan diri. Untuk mempersiapkan hal ini anda tentu sudah memiliki patokan yang jelas. Apakah masalah resign ini masalah gaji yang terlalu kecil, atau kenyamanan kerja, atau mendapat tawaran lain yang lebih menguntungkan bagi anda.

Mengapresiasi kantor lama anda

Dalam surat resign yang anda tulis, anda perlu untuk memberikan apresiasi kepada kantor, seburuk apapun pengalaman anda dengan kantor lama tersebut. Hal tersebut tidak lain untuk menjaga hubungan baik dengan kantor anda yang lama. Bagaimanapun kantor lama itu sudah menjadi rumah kedua dan ladang penghasilan bagi anda selama waktu kerja anda. Menuliskan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada kantor lama anda adalah hal yang sangat bijak dapat anda lakukan.

Memastikan rencana setelah resign

Bagaikan bermain catur, anda perlu menyusun beberapa langkah ke depan sebelum anda mengambil sebuah langkah. Demikian juga ketika anda mengajukan resign dari pekerjaan anda. Beberapa penasihat menyarankan anda sudah mendapatkan pekerjaan lain dulu sebelum anda memutuskan untuk mengajukan resign. Namun beberapa yang lain tidak mewajibkan persyaratan ini karena barangkali alasan resign anda adalah fokus untuk membangun usaha yang akan anda jalankan. Namun setidaknya berikan jawaban yang masuk akal dan membanggakan ketika anda ditanya mengenai rencana pengajuan resign ini oleh atasan anda.