7 Cara Bentuk Kebiasaan Baik

Aristoteles, seorang filsuf ternama dari Yunani, pernah menuliskan demikan: “We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.” Secara ringkas, kita disadarkan bahwa kita adalah apa yang berulang kali kita lakukan. Maka keunggulan bukanlah sekadar tindakan, tetapi hasil dari kebiasaan.

Orang yang hidup pada tahun 384—322 Sebelum Masehi saja sudah mencapai kebijaksanaan tersebut, maka kita yang hidup di abad 21 sangat pantas untuk tetap memegang teguh kebijaksanaan tersebut. Kendati demikian, kita tentu mengerti bahwa sama sekali tak mudah untuk menghentikan dan membentuk kebiasaan baru. Kebiasaan, bila tak dipikirkan lebih jauh, hanyalah sebuah tindakan berulang-ulang yang kita jalankan secara alamiah. Seringkali justru kebiasaan itulah yang menghancurkan kita, bukan memaksa kita untuk tumbuh.

Demi memunculkan perubahan yang nyata, baik dalam hidup maupun bisnis, maka kita perlu bentuk kebiasaan baru yang baik. Bagaimana caranya?

1. Teknik Pomodoro

Istilah ini memang bukan dari Indonesia, melainkan dari Italia. Pomodoro artinya tomat, karena penciptanya menggunakan pengukur waktu berbentuk tomat untuk mengelola waktu. Caranya adalah dengan membagi-bagi pekerjaan anda menjadi dikerjakan dalam waktu 25 kemudian diselingi beristirahat selama 5 menit. Itu adalah satu pomodoro. Setelah anda melakukan empat set pomodoro, anda bisa beristirahat lebih lama, misalnya 15 hingga 30 menit.

Sederhana bukan teknik ini? Anda tinggal menentukan 25 menit yang sangat-sangat efektif dan fokus ketika mengerjakan tugas anda. Kemudian ulanglah 25 menit itu dengan diselingi istirahat. Metode ini dipercaya memunculkan kebiasaan yang baik bagi diri anda, terutama dalam hal produktivitas. Dengan cara yang terukur seperti ini, anda akan mendapatkan keuntungan lain yaitu anda bisa memiliki waktu luang lebih banyak untuk menikmati hidup. Kendati begitu, pastikan anda benar-benar berkomitmen pada setiap 25 menit yang anda luangkan untuk sprint/berlari cepat dalam pengerjaan tugas anda.

Baca Juga:

2. Meditasi

Tak diragukan lagi, situs ini adalah soal bisnis, bukan tips kesehatan. Namun bisakah kita berbisnis dengan optimal ketika badan kita rapuh dan sakit-sakitan? Nah, untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, luangkan waktu anda barang sejenak untuk membentuk kebiasaan bermeditasi. Jangan sampai mengatakan anda tak punya waktu untuk itu, meditasi paling hanya membutuhkan waktu 10—15 menit setiap harinya. Manfaat dari waktu yang singkat itu sangat luar biasa: meningkatkan kemampuan pengelolaan konflik, meningkatkan konsentrasi, serta keuntungan lain yang pasti dibutuhkan oleh seorang pengusaha.

Kebiasaan baik ini sesungguhnya bisa dilakukan di mana saja. Namun demi mendapatkan kualitas yang kita inginkan, biasanya memang dilakukan ketika suasana hening. Barangkali anda bisa melakukannya sebelum tidur dan/atau setelah bangun tidur. Anda tinggal duduk rileks, punggung tegak, pejamkan mata, dan konsentrasi pada nafas anda. Atau anda juga bisa mengucap doa sesuai dengan keyakinan yang anda pegang.

3. Berolahraga

Semua dari kita tentu tahu bahwa berolahraga adalah sebuah kebiasaan baik yang perlu untuk terus kita lakukan. Berolahraga jenis cardio (jogging, sepeda, lompat tali, renang) akan memperbaiki kelancaran peredaran darah dalam tubuh anda. Energi kita akan meningkat, memperbaiki mood, dan tetap on sepanjang hari. Cukup berolahraga selama 20—30 menit sebanyak tiga kali seminggu saja.

Selain kesehatan fisik, rupanya olahraga adalah juga soal kesehatan mental. Berolahraga, terutama lari jauh, diyakini meningkatkan ketahanan kita terhadap tekanan. Lari jauh bukan semata stamina fisik saja, tetapi adalah kombinasi dengan kekuatan untuk fokus pada tujuan, kesabaran, dan ketangguhan melewati setiap rintangan. Selain itu menyediakan waktu berolahraga sendiri adalah soal komitmen dan kedisiplinan. Itulah mengapa olahraga adalah salah satu cara memantik kebiasaan baik dalam hidup anda.

4. Tuliskan dalam Selembar Kertas

Barangkali ini bukanlah kebiasaan kita: menuliskan rencana dalam selembar kertas/ catatan di gawai kita. Biasanya yang kita tulis adalah catatan sehari-hari kita, apa yang akan kita lakukan sepanjang hari ini, dan sebagainya. Namun banyak pengusaha besar menyarankan kepada kita untuk menuliskan tujuan atau impian kita dalam secarik kertas. Usahakan kertas itu bisa dengan mudah terlihat di mata kita, atau letakkan di tempat yang setiap harinya kita akses. Metode seperti ini diyakini membuat kita tetap fokus pada tujuan dan yakin bahwa yang akan kita lakukan hari ini adalah dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Barangkali bukan hal besar yang kita tulis, bisa saja hal kecil yang sederhana. Namun tulisan yang menarik akan mendorong kita melakukan kebiasaan baik yang menuntun kita mencapai tujuan tersebut.

5. Tidurlah Lebih Banyak

Terdengar kontradiktif barangkali. Bagaimana kita bisa bekerja keras ketika kita justru tidur lebih banyak? Kita sering mendengar kisah orang sukses yang bekerja dengan sangat keras hingga mereka hanya punya waktu tidur tak lebih dari 4 atau 5 jam. Mengapa kita harus tidur lebih lama? Sekali lagi, aspek kesehatan adalah aspek yang tak bisa ditawar. Tidak bisa dikompromikan lagi. Mengorbankan kesehatan adalah sama dengan membunuh diri anda secara perlahan. Ketika kita kurang beristirahat, tubuh kita tidak akan pernah memiliki sel yang baru dan segar untuk bekerja. Semua adalah soal sel yang telah kelelahan tapi tidak diijinkan berregenerasi karena kita kurang istirahat. Selain soal tubuh, pikiran orang yang kurang istirahat sudah pasti tidak jernih. Pengambilan keputusan penting menjadi rawan untuk dilakukan pada kondisi kurang istirahat. Maka dengan tidur yang cukup, serta makan bergizi dan olahraga, kesehatan yang optimal akan anda raih. Sehat tubuh dan pikiran adalah kunci bagi anda untuk membentuk kebiasaan baik demi mensukseskan hidup anda.

6. Delegasikan Pekerjaan Anda

Dalam rangka membentuk kebiasaan yang baik, anda membutuhkan waktu untuk fokus. Untuk itu anda perlu memiliki waktu yang lebih banyak, yang hanya bisa anda dapatkan ketika anda berani mendelegasikan pekerjaan anda. Artinya, anda membiarkan orang lain mengerjakan sesuatu untuk anda. Banyak orang mengatakan bahwa ini adalah salah satu sandungan keras bagi seorang pengusaha. Sebagian di antara mereka kesulitan untuk mendelegasikan tugas karena banyak hal, salah satunya adalah soal kesempurnaan/kepuasan diri. Solusi yang paling baik adalah menuliskan dengan detil apa saja langkah-langkah/prosedur operasional yang perlu dilakukan orang lain ketika mengerjakan pekerjaan yang biasa anda lakukan. Pastikan orang tersebut melakukan langkah satu persatu tanpa ada yang terlewatkan. Bagaimanapun, anda bukanlah sedang memerankan one-man show, melainkan kerja tim. Delegasi tugas akan membuat anda memiliki lebih banyak waktu, yang membuat anda bisa lebih fokus untuk membentuk kebiasaan baik lainnya.

7. Belajar dari Orang Lain

Benar bahwa pengalaman adalah guru paling mahal. Ibarat kata, mereka memaksa kita langsung terjun di pinggir pantai untuk bisa berenang di lautan, daripada harus berbulan-bulan latihan di kolam renang. Namun, berapa banyak waktu yang harus kita gunakan untuk mengalami sendiri banyak hal? Kita tentu harus juga bijak soal waktu. Maka belajar dari pengalaman orang lain adalah hal yang harus selalu kita upayakan. Orang lain pasti punya pengalaman lain dari kita yang menarik untuk kita pelajari—tanpa kita harus turut melakukannya. Bergaullah dengan orang yang berpengalaman, bergabunglah dengan komunitas bisnis yang spesifik. Lagipula bisnis adalah soal berhubungan dengan orang lain, anda pasti akan menemukan harta karun pengalaman setiap kali berjumpa dan bercakap-cakap dengan investor, partner, atau siapapun. Galilah pengalaman itu sebanyak mungkin untuk referensi anda ke depan, sebagai panduan kebiasaan baik apa yang akan kita tumbuhkan.

Demikian tujuh cara membentuk kebiasaan baik yang kami bagikan. Setiap dari kita pasti tahu bahwa kebiasaan itu sukar untuk dihilangkan ataupun ditambahi. Namun sekali kita memiliki kebiasaan yang luar biasa, maka kebiasaan itulah yang akan membentuk kita menjadi orang seperti apa. Maka, tak berlebihan rasanya bila dikatakan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan kuat oleh kebiasaan mereka. Mari kita bentuk kebiasaan baik, mulai dari sekarang!

Artikel Menarik

loading...

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Komentar Dengan Facebook

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *