5 Tempat Wisata di Flores: Mendaki Gunungnya, Menyusuri Pantainya, Menyelami Lautnya, Mencintai Masyarakatnya

Sebentar lagi liburan tiba. Saatnya Andarefreshing, meninggalkan keruwetan kota dan menjelajah tempat-tempat eksotik di negeri tercinta. Pernahkah terpikir untuk menjelajah Provinsi Nusa Tenggara Timur? Flores terkenal karena keindahan alamnya yang masih sangat perawan. Ya, tempat wisata alam di Flores memang masih alami karena belum terlalu dieksplorasi oleh wisatawan. Jika Anda adalah pecinta wisata alam, habitat flora fauna di Flores serta kekayaan budaya masyarakatnya mungkin adalah destinasi wisata yang sesuai untuk liburan Anda kali ini.

Ganasnya Binatang Purba Penguasa Pulau Komodo

Sungguh, jangan coret Pulau Komodo dari daftar tempat yang akan Anda kunjungi! Pulau ini terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Selain dikenal sebagai habitat asli hewan komodo, pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau ini masuk di wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terletak di ujung paling Barat, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hingga Agustus 2009, pulau ini dihuni oleh 1.300 ekor komodo! Total keseluruhan jumlah komodo jika digabung dengan populasi yang tinggal di pulau sekitarnya seperti Pulau Rinca dan Gili Motang, mencapai 2.500 ekor. Menakjubkan! Komodo memang berkembang biak dengan baik di sana.

Selain komodo, Anda juga dapat menikmati keindahan flora berupa beragam kayu sepang yang dimanfaatkan sebagai obat dan pewarna pakaian oleh penduduk setempat. Ada pula pohon nitak ini atauSterculia oblongatayang bijinya gurih dan diyakini berkhasiat. Tak heran, pulau ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pulau yang awalnya populer karena seorang Belanda yang mencoba membuktikan laporan pasukannya bahwa ada sekumpulan naga yang tinggal di pulau tersebut juga dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online diwww.N7W.com.

Cantiknya Kelimutu: Danau Tiga Warna

Perjalanan Anda di Flores belumlah sah jika belum menikmati indahnya Danau Kelimutu, danau cantik tiga warna di puncak Gunung Kelimutu. Gunung ini tadinya adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Dikenal dengan Danau Tiga Warna karena danau ini memiliki tiga warna berbeda yakni merah, biru, dan putih. Uniknya warna danau ini selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan dari kata ?eli?yang berarti gunung dan ?utu?yang berarti mendidih. Konon, warna pada danau memiliki arti sendiri-sendiri. Danau berwarna biru dipercaya tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Sedang danau berwarna merah merupakan tempat berkumpul jiwa-jiwa orang meninggal yang semasa hidup melakukan kejahatan, dan terakhir, danau berwarna putih merupakan tempat berkumpul jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Menurut kepercayaan penduduk sekitar, jika air di Danau Kelimutu berubah warna, mereka harus memberi sesajen bagi arwah orang-orang yang telah meninggal.

Awalnya, danau ini ditemukan oleh warga Lio, Van Such Telen, campuran Belanda dari ayahnya, dan Lio dari ibunya pada tahun 1915. Keindahan Danau Tiga Warna ini semakin terkenal setelah Y. Bouman melukiskan kecantikannya dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang sebelumnya dikenal angker oleh masyarakat setempat ini. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga ingin penasaran dengan kejadian alam yang amat langka itu.

Luas Danau Tiga Warna sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. Sejak 26 Februari 1992, kawasan Kelimutu ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional.

Santai di Pinggir Pantai… Berwarna Pink!

Pernahkah Anda membayangkan untuk menelusuri sebuah pantai yang cantik dan… berwarna pink? Jangan dibayangkan, langsung datangi saja sebuah pantai yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pantai berwarna merah muda ini adalah satu dari tujuh pantai berpasir merah muda yang ada di seluruh dunia.

Meski penduduk sekitar menyebutnya Pantai Merah, wisatawan lebih menyukai sebutan Pink Beach. Tidak diketahui secara pasti asal mula pasir merah muda di pantai ini. Beberapa ahli berpendapat warna ini berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati, yang banyak ditemukan di sepanjang pantai ini. Namun ada pula ahli yang berpendapat bahwa warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

Karena masih sangat sepi dan terkesan eksklusif, rasanya Anda seperti memiliki pantai yang indah ini untuk Anda seorang saja.

Panorama Taman Laut Selat Pantar

Bagi Anda pecinta panorama bawah laut, Taman Laut Selat Pantar mungkin adalah surga bagi Anda. Taman laut Selat Pantar berada di antara Pulau Alor dan Pulau Pantar. Taman laut yang terdapat disini bisa di golongkan sebagai taman laut terindah di dunia dan konon terbaik setelah Kepulauan Karibia. Keistimewaan dari Selat Pantar adalah memiliki banyak titikdivingatau menyelam favorit wisatawan karena memiliki panorama taman laut yang indah dan langka. Jumlah Spot tercatat ada 26 titik, diantaranya Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Patch, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan titik selam Shark Close.

Titik selam Shark Close ini banyak dicari dan diminati oleh para penyelam karena dianggap sangat menantang. Bagaimana tidak? Di titik ini banyak ditemui ikan hiu! Untungnya, ikan hiu yang mondar-mandir di Shark Close ini cukup jinak dan lumayan ramah dengan para penyelam. Selain hiu, Anda juga dapat menjumpai lumba-lumba abu-abu yang sudah digolongkan sebagai hewan langka. Fantastis!

Akses menuju Taman Laut Selat Pantar dari Kupang menggunakan Kapal Feri ke Larantuka. Waktu tempuh sekitar 12-13 jam, dilanjutkan ke Pelabuhan Laut Kalabahi dengan perahu kayu sekitar 1 jam. Dan tidak perlu khawatir karena di sana sudah banyak tersedia penginapan dan rumah makan. Mantap!

Menyusur Sejarah di Kampung Megalitikum

Apalah artinya keindahan suatu tempat jika kita tak sekaligus menikmati kekayaan budaya masyarakat setempat? Sungguh, jangan meninggalkan NTT tanpa sempat mengunjungi kampung Bena, sebuah kampung megalitikum yang menyimpan kekayaan sejarah dan budaya dari masyarakat setempat. Kampung ini terletak di Kabupaten Ngada, NTT, tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, 19 kilometer selatan Bajawa. Letaknya yang di bawah gunung sangatlah khas sebab mereka memuja gunung sebagai tempat tinggal para dewa. Adalah Yeta, dewa gunung yang melindungi kampung mereka.

Karena keunikan dan keasliannya, kampung ini menjadi langganan tetap wisatawan Jerman dan Italia. Di tengah-tengah kampung terdapat bangunan yang disebut bhaga dan ngadu. Bhaga adalah pondok kecil tanpa penghuni, sedang ngadhu adalah bangunan bertiang tunggal beratap serat ijuk. Fungsi tiang ngadhu adalah sebagai tiang gantungan hewan kurban ketika pesta adat.

Penduduk di Kampung Bena adalah suku Bajawa, dan mayoritas menganut agama Katolik. Mata pencaharian mereka adalah berladang, dan menenun khusus untuk kaum wanita. Sistem kekerabatan di Kampung Bena adalah matriarkat, atau mengikuti garis ibu.

Arsitektur di kampung ini masih sangat tradisional. Tak heran, sebab kampung ini diperkirakan telah ada sejak 1.200 tahun yang lalu. Pola kehidupan dan budaya masyarakatnya relatif tidak berubah, sebab adat istiadat masih dipegang teguh dan diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat Kampung Bena tidak mengeksploitasi lingkungannya, dan hidup selaras dengan alam. Bentuk kampung yang menyerupai perahu ditengarahi karena mereka percaya bahwa perahu digunakan oleh arwah orang yang sudah meninggal untuk menuju ke tempat tinggal yang baru. Masyarakat Bena sangat menghargai segala bentuk kerjasama, gotong royong, serta semangat kerja keras di dalam masyarakat. Karena keindahan dan keasliannya, Kampung Bena dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.

Ini semua hanyalah lima dari sekian banyak titik lokasi wisata menarik yang dapat Anda jumpai di Flores, NTT. Jika Anda belum memutuskan lokasi liburan Anda, mengapa tidak memilih untuk mengeksplorasi keindahan alam di NTT saja? Anda berani?