5 Strategi Membangun Budaya Kerja yang Menyenangkan

Kita tentu percaya setiap orang ingin bekerja di tempat yang menyenangkan. Cobalah anda bertanya kepada setiap orang yang anda kenal ?empat seperti apa yang anda inginkan sebagai kantor anda??Hampir dipastikan hanya sedikit sekali kenalan anda itu yang akan menjawab ?empat yang membosankan, di mana tidak ada seorang pun yang menikmati kebersamaan, dan setiap orang hanya memerhatikan pekerjaan yang di depan mereka saja.?Sayangnya, banyak orang menemukan diri mereka terjebak dalam lingkungan yang demikian.

Selama ini budaya kerja yang demikian dipercaya terjadi karena pemilik perusahaan yang memiliki kebimbangan. Kebimbangan macam apa? Sebenarnya pemilik perusahaan tahu bahwa budaya atau tempat kerja yang menyenangkan itu akan lebih mendapat perhatian dan seakan memiliki pekerja yang bahagia dengan pekerjaan mereka. Namun layaknya sebuah perusahaan, pada akhirnya anda harus tetap mencari keuntungan, dan untuk itu para pemilik kerja harus memastikan karyawan mereka bekerja secaa produktif untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Sayangnya, seringkali ditemui pemilik bisnis memandang bahwa cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan menekan ?esenangan?ketika bekerja.

Untuk itu pada artikel ini kami akan membagikan beberapa strategi yang bisa anda gunakan untuk menjaga produktivitas anda sambil tetap membangun budaya kerja yang menyenangkan:

  1. Mengatur kompetisi

Persaingan atau kompetisi antarteman selalu dianggap sebagai sebuah hal yang baik. Tentu saja persaingan yang dimaksud adalah persaingan yang sehat. Anda bisa bersepakat dengan rekan kerja anda soal persaingan ini pada tugas-tugas pekerjaan anda. Sebagai contoh, anda bisa membagi karyawan pemasaran anda menjadi dua tim dan mereka harus berkompetisi untuk menentukan siapa yang memimpin persaingan dalam periode waktu tertentu. Namun bisa saja persaingan ini tidak selalu berkaitan dengan pekerjaan, misalnya anda sebagai pemilik perusahaan mensponsori turnamen tenis meja atau olahraga lainnya yang barangkali bisa memacu semangat kerja pada diri karyawan anda.

Bagaimanapun juga, kompetisi akan meningkatkan aliran darah dan semangat dari karyawan anda. Tentu saja hal ini akan mendorong dan menginspirasi mereka untuk bekerja lebih keras dalam setiap area pekerjaan mereka. Selain itu, permainan kompetisi ini bisa menjadi pengalih yang baik dari rutinitas kerja yang barangkali membosankan.

  1. Sediakan waktu jeda

Tanpa kita sadari terlalu banyak kantor/perusahaan yang secara sengaja membangun budaya kerja yang memaksa karyawan untuk bekerja selama dan sekeras mungkin. Perusahaan yang seperti ini biasanya menganut keyakinan bahwa mewajibkan jam kerja 12 jam sehari tanpa ada jeda membuat karyawan menjadi lebih produktif daripada 8 atau 9 jam kerja dengan waktu jeda di antaranya. Namun fakta justru mengatakan sebaliknya, pemberian jeda waktu adalah peluang besar untuk menaikkan produktivitas.

Jeda waktu ini diyakini mampu memberikan kesegaran pikiran bagi para karyawan. Hal ini penting karena berpengaruh pada kemampuan menyelesaikan masalah yang penting, fokus, dan mendorong daya kreatitvitas yang melekat pada karyawan. Bahkan jika diperlukan anda bisa menyediakan sebuah ruangan yang khusus digunakan untuk karyawan mengisi waktu jeda. Beberapa perusahaan besar barangkali sudah menyediakan tempat pantry room dengan pemandangan luar kantor yang cukup bagus. Sediakan makanan ringan, kopi, serta tempat yang nyaman untuk sekadar bercengkerama.

  1. Bentuklah hubungan yang cair

Budaya kerja yang memungkinkan seorang karyawan bisa berteman dengan sesama karyawan dan atasannya diyakini lebih membawa kesuksesan dibanding tempat dimana karyawan selalu menjaga jarak dengan atasannya. Hal ini seringkali ditemui di perusahaan yang kaku dan membentuk budaya kerja yang memaksa karyawan hanya berkomunikasi secara formal saja tanpa ada pembicaraan yang lebih pribadi sebagai seorang teman. Cara terbaik untuk membentuk kolaborasi, membentuk kesadaran tim, dan secara umum mengeratkan hubungan antarkaryawan dalam kantor adalah dengan membentuk hubungan sosial yang lebih cair.

Bila dimungkinkan, anda bisa hang out bersama teman-teman kantor. Tidak perlu di tempat yang jauh, pilih saja tempat yang nyaman dan santai, sekadar untuk makan dan minum sambil mengobrol santai. Untuk itu anda perlu menganggarkan sejumlah dana untuk memberi penghargaan kepada karyawan anda atau menyewa sebuah tempat untuk ?akar-bakaran?dan menikmati waktu bersama.

Kegiatan ini bukanlah untuk membentuk, jika tidak dikatakan memaksa, karyawan anda untuk bersahabat satu sama lain. Cukup dengan keluar dari kantor dan mengadakan kegiatan bersama, anda bisa melihat karyawan anda secara lebih personal. Mengenal secara personal akan membuat tim anda bekerjasama lebih baik dan lebih menyenangkan.

  1. Rayakan prestasi bisnis anda

Banyak kantor memiliki beberapa cara untuk merayakan prestasi dan pencapaian-pencapaian besar yang dilakukan oleh karyawan. Perayaan itu bisa berarti kenaikan gaji, pemberian bonus, promosi, atau bahkan sekadar ucapan selamat saja. Sedangkan sebagian kecil kantor tidak menyediakan waktu dan kesempatan untuk merayakan pencapaian itu, bahkan untuk kantor perusahaan besar sekalipun.

Ketika sebuah tim atau seseorang mencapai goal yang besar atau bahkan melebihi target, atau ketika perusahaan mendapatkan keuntungan yang besar, anda perlu memberikan perayaan yang nyata. Anda tidak perlu menghabiskan uang dan waktu yang banyak untuk itu, sebuah pertemuan kecil untuk sekadar merayakan saja adalah sebuah langkah yang tepat. Hal ini akan membantu karyawan anda merasa dihargai atas kerja keras mereka. Karyawan juga akan merasa bahagia atas progres bisnis yang telah mereka buat sebagai tim.

  1. Fokus pada produktivitas, bukan jadwal

Pada artikel lain, anda sangat dianjurkan untuk membuat jadwal harian secara detil dan menaatinya. Namun pada artikel kali ini kami menawarkan cara lain yang bisa anda pilih asal sesuai dengan tujuan anda supaya tetap produktif. Pada prinsipnya, agar bisa produktif anda memang harus mendorong diri anda untuk itu. Daripada membuat jadwal yang rinci dan ketat, anda kadangkala perlu memberikan fleksibilitas pada karyawan dengan syarat mutlak: pekerjaan harus diselesaikan, tanpa alasan apapun. Beberapa yang bisa anda lakukan adalah memberikan waktu bekerja dari rumah, cuti panjang, dan cara lain yang memungkinkan mereka untuk lebih santai.

Itu tadi beberapa strategi yang dapat kami bagi. Cobalah untuk anda implementasikan dalam budaya kerja perusahaan anda. Tidak lama lagi anda akan merasakan perubahan dari sikap dan perilaku karyawan anda. Mereka akan merasa lebih diapresiasi, lebih rileks, lebih bahagia, dan sesuai dengan tujuan utama: mereka akan menjadi lebih produktif. Selamat mencoba!