20 Cara Agar Makin Produktif Sepanjang Pekan

Anda merasa penghasilan anda tidak kunjung mengalami perubahan? Atau anda ingin mengalami kepuasan pribadi ketika anda bekerja? Barangkali anda memang perlu memikirkan untuk meningkatkan produktivitas anda.

Sebelum membahas mengenai peningkatan produktivitas, terlebih dahulu kita belajar apa arti produktivitas. Menurut Melayu S.P. Hasibuan, produktivitas adalah perbandingan antara output (hasil) dengan input (masukan). Jika produktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi (waktu-bahan-tenaga) dan sitem kerja, teknik produksi, dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerjanya.

Nah, jadi penaikan produktivitas itu bisa dilakukan dengan terukur. Ketiga prasyarat produktivitas itu bisa anda aplikasikan dalam pekerjaan ataupun bisnis anda. Pada artikel ini kami akan membagikan 20 cara agar anda makin produktif sepanjang pekan yang bersumber dari artikel ini. Cara ini barangkali akan menginspirasi anda untuk tetap berjalan dengan produktif.

1. Fokus pada satu pekerjaan hingga selesai

Berbagai penelitian manajemen kerja menunjukkan bahwa ketika anda mengerjakan dua tugas secara bersamaan (multitasking), hasilnya tidak akan efisien. Alih-alih kedua pekerjaan itu akan selesai semua dalam waktu cepat, anda justru akan kehilangan waktu karena dua pekerjaan tersebut tidak akan selesai. Selain tidak hemat waktu, kualitas kerja anda justru akan menurun ketika anda mengerjakan dua hal sekaligus.

Baca Juga:

Dari sisi kesehatan, mengerjakan dua tugas secara bersamaan ini ternyata terbukti merusak kesehatan otak. Otak manusia pada dasarnya tidak didesain untuk melakukan multitasking. Ketika kita harus mengerjakan dua tugas yang sama-sama membutuhkan konsentrasi penuh dan proses pengambilan keputusan, maka otak kita akan overload. Salah satu efek negatif dari multitasking adalah penurunan kemampuan memori ?khususnya ingatan jangka pendek. Lebih parah lagi, jika multitasking ini dilakukan dalam kondisi stress secara terus menerus, sel otak akan mengalami kerusakan dan berrisiko besar mengalami Alzeimer.

2. Belajarlah untuk berkata ?idak?/strong>

Ini bukanlah iklan dari suatu partai politik di Indonesia untuk mengkampanyekan sikap partai mereka yang menolak perbuatan koruptif. Berkata tidak adalah salah satu hal yang barangkali sulit untuk kita lakukan, apalagi ketika kita melihat potensi pemasukan ataupun keberhasilan yang besar dari hal yang ada di depan kita.

Di dalam salah satu buku tulisan James Altucher, ?he Power of No? dituliskan gagasan utama dari perilaku ini. Dia menuliskan bahwa ketika anda bisa mengatakan ?idak?pada suatu hal, ini tidak hanya akan menyelamatkan anda dari permasalahan saja, tetapi juga akan menyelamatkan hidup anda.

Namun waspadalah, terlalu sering mengatakan ?idak?juga akan membuat kita berhenti berkembang. Film ?es Man?awalnya menceritakan kegagalan orang yang selalu berkata ?idak?untuk setiap kesempatan. Dia lalu menjadi sukses setelah mengatakan ?a?pada kesempatan tersebut. Jadi intinya, latihlah kepekaan untuk mengatakan ?a?atau ?idak?pada setiap kesemptan yang mendatangimu. Apakah kesempatan itu akan mengembangkan anda atau justru menumbangkan anda.

3. Rencanakan produktivitas anda

Sebuah pekan yang produktif biasanya dimulai dari hari Senin pagi. Ini adalah waktu yang penting untuk memulai produktivitas anda. Pada hari itu mulai matangkan semua rencana produktif yang akan anda lakukan dalam sepekan ini. Buatlah skala prioritas pekerjaan yang perlu anda selesaikan.

Para pakar mengingatkan kita bahwa segala hal yang tidak kita harapkan bisa saja terjadi dalam pekan produktif yang sudah kita rencanakan, tetapi sebuah jadwal yang rinci dan lengkap bisa membantu kita untuk menghadapi semua itu. Bahkan kalau perlu, mereka menantang kita untuk membuat jadwal yang rinci hingga hitungan menit. Makin rinci jadwal kita, makin kuat kita menghadapi kemungkinan yang tidak direncanakan.

4. Mulailah dari minggu sebelumnya

Ketika anda menuliskan jadwal dalam kalender anda, sebelumnya anda perlu menuliskan prioritas pekerjaan anda mana yang lebih penting dan berat, mana yang lebih mudah dan ringan untuk diselesaikan. Setelah prioritas sudah selesai, tempatkan hal-hal yang penting dan berat pada awal pekan anda, kemudian buatlah penurunan skala kepentingan mendekati akhir pekan.

Usahakan pekerjaan anda selesai pada hari Kamis. Mengapa? Supaya hari Jumat bisa anda gunakan untuk berkonsentrasi pada tugas-tugas dadakan serta tugas-tugas ringan yang bisa membuat anda menyelesaikan pekan dengan tenang.

5. Selesaikan pekerjaan yang tidak anda senangi di awal pekan

Para pakar menyarankan untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling berat, penting, maupun yang tidak anda senangi di awal pekan. Ungkapan ? hate Monday?mungkin menjadi begitu tepat ketika anda mengaplikasikan nasihat ini. Bagaimana tidak, pada hari Senin itu anda perlu menyediakan waktu dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang penting, berat, atau tidak anda senangi.

Namun sebenarnya tidak demikian juga. Menyelesaikan pekerjaan yang paling tidak anda senangi di awal pekan sebenarnya memiliki maksud baik demi kesehatan mental anda. Energi mental anda akan terselamatkan hingga akhir pekan ketika anda melakukannya. Kalau tidak anda bisa membayangkan, bagaimana kita menghadapi jelang akhir pekan dengan pekerjaan yang paling kita hindari? Dengan mengaplikasikan nasihat ini anda akan menjalani akhir pekan dengan tenang dan menyenangkan.

6. Terbuka kepada rekan kerja atau orang lain

Meskipun anda perlu untuk memiliki pendirian dengan meyakini apa yang anda kerjakan akan mendatangkan prestasi bagi anda, tidak ada salahnya untuk membiarkan orang lain melihat apa yang sedang kita rencanakan. Ketika anda memiliki rekan kerja yang berkualitas, jangan ragu untuk menunjukkan apa yang anda rencanakan dan minta pendapatnya. Anda perlu membagikan rencana kalender anda untuk mendapatkan kritik yang membangun dirinya.

7. Membandingkan jadwal produktivitas anda dengan milik orang lain

Untuk tips ini, anda tentu perlu mencari rekan kerja anda yang juga melakukan hal serupa. Kalau anda menemukan teman tersebut cobalah anda bandingkan rencana produktivitas anda dengan miliknya. Tentu saja ini bukan semacam kompetisi siapa yang paling produktif di antara anda berdua/sekelompok, tetapi untuk saling belajar apa yang telah mereka praktikkan dalam rencana produktiv mereka. Masalahnya memang banyak kebiasaan baik itu muncul dari metode yang sudah dilakukan oleh orang lain terlebih dahulu. Untuk mengetahuinya memang anda perlu sedikit mengobservasi dan melihat dengan betul apa yang telah mereka lakukan. Tindakan ini bukan semata meniru, tetapi memberikan inspirasi.

8. Hati-hati terhadap perfeksionisme!

Bekerja sebaik mungkin tentu saja menjadi tujuan akhir dari pekerjaan atau bisnis anda. Setiap orang, baik karyawan ataupun pengusaha, akan bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas diri. Namun para pakar manajemen mengingatkan anda untuk berhati-hati terhadap jebakan dari sikap perfeksionisme, terutama ketika dihadapkan pada persoalan produktivitas. Sekarang coba anda bayangkan, lebih baik mana dalam sepekan: mengerjakan 100 hal dengan baik atau 15 hal dengan sempurna? Tentu saja nasihat ini bukan mendorong anda untuk menomorduakan kualitas pekerjaan, tetapi lebih kepada menetapkan standar cukup saja agar produktivitas bisa tetap terjaga.

9. Mulailah lebih awal

Semakin awal anda memulai sebuah pekerjaan, semakin banyak hal yang bisa anda selesaikan. Untuk itu anda perlu menyusun waktu sehingga anda dapat membiaakan diri untuk bangun lebih pagi dan memastikan semua urusan pribadi selesai sebelum anda memulai melakukan pekerjaan-pekerjaan. Hal ini juga berarti menyingkirkan distraksi atau semacam pengalih perhatian berupa masalah-masalah sepele yang biasanya datang justru ketika anda melakukan terlalu lambat. Semakin banyak distraksi yang anda temui, artinya semakin banyak waktu yang anda gunakan untuk mengatasi, serta semakin setdikit pekerjaan yang bisa anda selesaikan.

10. Beri jeda pada jadwal

Anda pernah dengar istilah ?ork hard, play hard? Barangkali istilah ini yang paling tepat untuk menggambarkan tips ke sepuluh ini. Anda bisa saja memiliki komitmen untuk bekerja keras dan bermain sepuas-puasnya, tetapi jangan pernah mencampurkan keduanya. Artinya, jangan pernah untuk melakukan keduanya, bahkan sekadar memikirkan, secara bersamaan. Ketika anda sedang bekerja keras, lakukan itu dengan benar-benar keras dan dorong diri anda dengan penuh. Namun ketika jadwal kesibukan sudah mereda, dan biasanya mendekati akhir pekan, jauhilah yang namanya pekerjaan. Tinggalkan kertas-kertas dokumen di kantor, pasrahkan bisnis kepada karyawan sejenak, lalu bersantailah dengan sepuasnya. Bagaimanapun anda dan otak anda membutuhkan jeda yang perlu untuk dinikmati.

11. Sediakan waktu ?o Not Disturb?/strong>

Hal ini berkaitan dengan distraksi atau gangguan yang tadi sudah sedikit kita singgung dalam beberapa poin sebelumnya. Gangguan tersebut memang bisa jadi datang dari dalam diri atau bahkan dari luar diri anda. Ketika anda sudah berhasil untuk mengatasi distraksi dari dalam dengan komitmen teguh untuk memenuhi jadwal, kini saatnya membentengi distraksi dari sisi luar diri. Beberapa cara bisa anda lakukan, misalnya dengan memberikan tanda yang jelas dan ?alak?dalam kalender anda, memberi tanda pada pintu, dan sebagainya. Intinya, pada suatu waktu tertentu, jangan biarkan ada orang lain atau pekerjaan lain yang datang dan menjadi gangguan bagi anda. Hasil riset menunjukkan sembilan puluh sembilan persen urusan itu dapat menunggu sampai anda selesai mengerjakan sesuatu yang menjadi fokus anda.

12. Bekerjalah dalam interval waktu

Poin ini penting sekali untuk anda terapkan. Pengertian pertama yang perlu anda pahami adalah sekuat-kuatnya anda dalam berkonsentrasi pada pekerjaan, anda bukanlah mesin yang bisa melakukan pekerjaan selama berjam-jam tanpa jeda. Untuk bisa menghasilkan pekerjaan dengan kualitas yang baik, anda perlu menerapkan sistem interval waktu dalam bekerja. Interval yang dianjurkan adalah anda bekerja dengan fokus selama 25 menit, kemudian beri jeda selama 5 menit. Penerapan teknik interval ini diyakini memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan misalnya anda bekerja selama satu jam penuh tanpa jeda. Namun pastikan bahwa jeda itu tidak berlangsung terlalu lama yang justru dapat menghancurkan konsentrasi yang sudah kita bangun.

13. Jadilah keras terhadap diri sendiri

Dalam sebuah acara di televisi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah mengatakan ?adilah keras terhadap diri sendiri. Ketika anda keras terhadap diri sendiri, dunia akan melunak kepada kita.?Inilah yang dimaksud dalam poin ini. Teruslah bersikap keras terhadap diri sendiri ketika itu diperlukan. Berilah tantangan terhadap diri sendiri dan lalui itu dengan penuh komitmen dan kerja keras. Tantangan itu bisa berarti berbuat seefisien mungkin, secepat mungkin, serta seefektif mungkin. Perbaikilah kualitas diri dan pekerjaan anda secara konstan untuk mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

14. Hanya lakukan apa yang hanya bisa anda lakukan

Kami harap anda tidak telanjur bingung dengan kalimat ini. Paling tidak ada dua hal penting yang kita dapat dari tips yang satu ini. Pertama, adalah pemahaman bahwa anda tidak dapat melakukan semua hal. Ketika ada orang lain yang bisa melakukan sesuatu hal dengan lebih baik, lebih efektif, lebih efisien, biarkanlah mereka melakukan hal tersebut. Jika anda seorang pengusaha, delegasikanlah tugas kepada karyawan yang lebih ahli dalam melakukan suatu hal. Hal penting yang kedua adalah anda bisa membangun kepakaran atau keahlian anda sendiri. Untuk itu anda perlu benar-benar mengeksplorasi apa kekuatan paling besar yang anda miliki. Kenalilah kekuatan itu dan kembangkan secara keras hingga anda menjadi yang terbaik di bidang tersebut.

15. Lakukan evaluasi secara berkala

Evaluasi selalu penting untuk dilakukan. Evaluasi ini bukanlah semacam penghakiman, atau sebuah acara untuk mencari kesalahan dalam diri. Evaluasi yang benar adalah membandingkan apa yang sudah kita rencanakan dalam rencana produktivitas dengan apa yang sudah kita kerjakan selama sepekan. Evaluasi memang sesederhana itu, membandingkan yang tertulis dengan apa yang terjadi. Dengan evaluasi tersebut kita bisa mengerti sejauh mana kita telah melakukan pekerjaan. Ketika ternyata pekarjaan itu belum memenuhi rencana produktivitas, berarti anda perlu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang membuat kita tidak mampu memenuhi rencana tersebut. Setelah itu buatlah strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sedangkan ketika target sudah terlampaui, pikirkanlah apakah kita perlu menaikkan target atau tidak. Jika iya, pertimbangkan juga strategi baru untuk menambah efisiensi kerja.

16. Lebih baik menerima daripada memberi

Ini bukanlah antitesis dari tips mendapatkan rejeki atau bahkan percintaan. Ini adalah soal membatasi diri kita untuk menghubungi orang lain, terutama ketika kita sedang mengerjakan sesuatu yang begitu penting. Para pakar manajemen kerja ini meyarankan anda untuk berpikiran lebih baik orang lain, katakanlah rekan kerja, itulah yang menghubungi kita ketika sedang ada pekerjaan penting yang dikerjakan. Batasilah diri anda untuk menghubungi orang lain agar tetap fokus kepada apa yang anda kerjakan. Untuk itu anda perlu memberikan saringan panggilan dalam telepon serta saringan dalam email anda agar menerima pesan-pesan dari orang-orang yang berkaitan dengan hal-hal yang penting saja.

17. Buatlah skala prioritas dengan ketat

Anda perlu untuk belajar dari dokter yang sedang bertugas piket dalam Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit. Semua kondisi berada dalam kondisi darurat, tetapi pasti ada hal-hal yang bisa diprioritaskan untuk tetap menjaga kehidupan. Begitu juga dengan anda. Di antara puluhan tugas penting yang ada di meja anda, segeralah pilah mana yang terbaik untuk anda kerjakan saat ini. Tentukanlah apa yang terbaik dan segeralah fokus untuk mengerjakan tugas tersebut. Tugas lain yang memilki tingkat urgensi lebih rendah pasti bisa menunggu untuk anda kerjakan.

18. Buatlah pekerjaan ?engulangan?menjadi otomatis

Maksud dari pekerjaan ?engulangan?adalah pekerjaan yang bersifat repetitif, mengulang-ulang, begitu-begitu saja. Beberapa pekerjaan tersebut misalnya membayar tagihan kartu kredit, cicilan, dan sebagainya. Bila memang memungkinkan, buatlah pekerjaan tersebut menjadi otomatis bisa dilakukan entah dengan sistem orang lain ataupun mesin. Mengapa? Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu, padahal ada pekerjaan lain yang bisa anda lakukan dengan waktu yang anda gunakan tersebut. Semakin sedikit waktu untuk pekerjaan ?engulangan? semakin membaiklah kualitas diri anda.

19. Buatlah daftar ?nce a Days?/strong>

Maksudnya adalah anda ditantang untuk membat daftar hal-hal yang perlu anda lakukan satu kali saja dalam sehari. Atau maksimal dua kali dalam sehari. Anda perlu dengan jujur mengidentifikasi manakah hal-hal tersebut. Hal yang paling sering dikeluhkan para atasan adalah kebiasaan para karyawan yang justru membuka Facebook dan media sosial lainnya ketika bekerja. Mengakses Facebook ini bisa anda lakukan satu kali atau dua kali saja dalam sehari, terutama ketika Facebook tidak menunjang pekerjaan anda. Tentu berbeda kasus ketika anda adalah seorang pengusaha online yang perlu mengelola pasar di media sosial.

20. Pasanglah target dengan realistis

Kita pasti tahu bahwa untuk membentuk sebuah keahlian dibutuhkan waktu yang lama. Contohnya saja untuk membentuk seorang pemain sepak bola yang handal paling tidak dibutuhkan waktu 10 tahun berlatih dengan konsisten. Peningkatan produktivitas pun demikian. Ada tahapan-tahapan yang perlu anda lewati untuk bisa menjadi produktif sesuai dengan yang anda cita-citakan. Buatlah target, terutama target jangka pendek, dengan realistis. Ketika anda sudah menjadi terbiasa, maka tingkatkanlah sedikit demi sedikit, dan itu yang akan membentuk integritas anda sebagai orang yang produktif.

Tips ini sebaiknya segera anda praktikkan secepatnya. Kesuksesan di depan mata sudah tidak bisa menunggu lagi. Mari produktif!