10 Tips Mempersiapkan Biaya Kelahiran

Memiliki buah hati adalah sesuatu yang pasti didambakan oleh pasangan yang baru menikah. Segala hal dipersiapkan agar kelak sang buah hati bisa mendapatkan perawatan dan perlindungan yang maksimal dari kedua orangtuanya. Salah satu proses penting yang perlu dijalani adalah kelahiran sang bayi, atau persalinan. Proses ini begitu pentingnya hingga menentukan banyak hal dalam kehidupan selanjutnya. Maka, untuk mempersiapkan proses itu anda dan pasangan perlu juga mempersiapkan sejumlah biaya untuk memastikan proses itu berjalan dengan lancar.

Pada artikel ini anda akan mendapatkan beberapa tips finansial terkait dengan proses persalinan yang perlu anda persiapkan.

  1. Siapkan biaya setelah positif hamil

Ada waktu kira-kira sembilan bulan untuk mempersiapkan biaya persalinan. Selama sembilan bulan itu anda bisa menyusun anggaran biaya yang dibagi dalam beberapa pos. Biasanya dibagi menjadi tiga pos: sebelum melahirkan, melahirkan, dan pasca melahirkan. Masing-masing memiliki besaran yang berbeda. Pada bagian sebelum melahirkan pastikan ada biaya untuk secara rutin memeriksakan kandungan agar kesehatan ibu dan janin terjaga. Hal ini juga perlu dilakukan untuk mengetahui kalau-kalau ada sesuatu yang harus diatasi dengan cepat. Setelah itu biaya melahirkan. Barangkali anda dan pasangan ingin melahirkan dengan normal, tetapi sebagai langkah antisipasi sebaiknya siapkan juga dana untuk operasi caesar. Hal ini penting untuk dilakukan karena kita benar-benar tidak tahu dan seringkali keputusan itu harus diambil dengan cepat. Kemudian pos pasca melahirkan, ini termasuk pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi. Bila kehamilan ini bukan kehamilan pertama, maka pengalaman pada kehamilan sebelumnya bisa digunakan sebagai referensi persiapan.

Baca Juga:

  1. Lakukan survei tempat persalinan

Anda bisa saja melakukan survei ini di rumah sakit umum atau rumah sakit khusus ibu dan anak yang dengan mudah ditemui di daerah-daerah kota. Dalam survei tersebut pastikan anda bertanya tentang hal-hal mendetil mengenai biaya persalinan dan perawatan selama beberapa hari pasca persalinan. Hal ini sangat berguna untuk benar-benar memastikan rentang biaya ini akan sesuai dengan besaran dana yang anda anggarkan atau tidak. Selain itu, mengetahui biaya persalinan sekaligus digunakan untuk mengecek apakah dana yang anda anggarkan tersebut sesuai atau tidak. Misalnya, kita menganggarkan dana pada suatu angka. Setelah survei baru anda menyadari bahwa anggaran sebesar itu hanya akan mendapatkan pelayanan yang di bawah harapan anda, begitu juga di tempat-tempat lain. Maka sebaiknya anda lalu memperbesar anggaran anda.

  1. Pastikan administrasi asuransi atau BPJS

Ketika anda melakukan survei pada beberapa tempat ini, pastikan bahwa anda juga bertanya mengenai fasilitas asuransi yang anda ikuti ataupun BPJS yang kini sedang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Anda dan pasangan perlu untuk memahami betul prosedur-prosedur apa yang harus dilalui, apa saja berkas dan dokumen yang harus dipersiapkan, serta pertimbangkan juga berapa lama dana kelahiran tersebut diganti. Akan jauh lebih baik jika anda berkoordinasi dengan perusahaan asuransi yang anda ikuti, tanyakan dengan detil rumah sakit mana yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi ini, pelayanan kelas berapa, dan sebagainya. Seringkali ada keterbatasan memilih kelas rumah sakit ketika kita menggunakan asuransi. Maka pastikan masalah ini tidak akan mengganggu kondisi psikis ibu yang akan melahirkan.

  1. Gelembungkan anggaran untuk dana persalinan

Kita sering mendengar seseorang yang mendapatkan sanksi karena terlibat dalam penggelembungan dana. Namun dalam kasus ini anda memang harus menggelembungkan dana dalam pos biaya persalinan. Carilah opsi-opsi yang memang mahal, misalnya operasi caesar, rumah sakit kelas 1, kamar VIP, dan sebagainya. Mengapa demikian? Karena dana yang besar itu akan digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak membuat nyaman. Misalnya, rumah sakit atau bidan sedang penuh, ada masalah dalam rahin dan janin, ataupun mendapatkan ruangan yang tidak nyaman karena bersama dengan ibu lain yang juga habis melahirkan. Ketika kita menggelembungkan anggaran pada pos persalinan, anda akan lebih siap secara finansial dan mental untuk menghadapi perubahan-perubahan yang seringkali membutuhkan dana lebih.

  1. Bedakan tempat kontrol kehamilan dan proses persalinan

Beberapa orang menyarankan strategi demikian. Kita misalnya menggunakan jasa bidan untuk melakukan kontrol kehamilan, lalu ketika memasuki proses persalinan anda menggunakan jasa dokter kandungan. Diyakini bahwa hal tersebut bisa menekan biaya yang cukup signifikan. Namun barangkali tidak semua dari anda merasa ocok dengan hal-hal seperti ini. Sebagian dari anda mungkin sudah merasa nyaman dengan dokter/bidan yang selama ini memeriksa kehamilan anda dan tidak menemukan alasan yang kuat untuk berpindah ke dokter/bidan lain. Lagipula, bukankah lebih baik persalinan kita dibantu oleh orang yang mengerti betul perkembangan janin selama ini? Hal tersebut sah-sah saja, hanya saja secara finansial memang ada strategi untuk menekan biaya dengan cara seperti itu tadi.

  1. Pertimbangkan untuk investasi jangka pendek

Semenjak anda atau pasangan anda dinyatakan positif mengalami kehamilan, artinya anda memiliki waktu maksimal 9 bulan sebelum masa itu tiba. Maka beberapa penasihat keuangan menyarankan untuk menyimpan dana tersebut dalam bentuk tabungan atau deposito saja. Intinya, investasikan uang anda dalam bentuk-bentuk yang mudah untuk dicairkan. Barangkali hanya akan mendorong bunga yang kecil, tapi tidak apa-apa, karena tujuan investasinya adalah bukan untuk mendapatkan return yang sebesar-besarnya. Anda juga perlu mewaspadai bila anda sudah menentukan anggaran sekian, lalu ternyata masih ada dana berlebih. Anda tetap harus menyimpan dana itu dengan bijak, tidak perlu mengada-adakan kebutuhan dasar yang harus dipersiapkan untuk persalinan ini. Lagipula, biaya cadangan akan sangat berarti ketika terjadi hal darurat yang tentu saja tidak kita harapkan terjadi.

  1. Beli perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan

Berkaitan dengan hal terakhir dari tips di atas, jangan tergiur untuk membeli perlengkapan bayi. Kadangkala kalau memang akan dituruti, bisa-bisa kita akan memborong habis semua dagangan di toko perlengkapan bayi. Maka kendalikan diri anda, buatlah prioritas dengan jelas, perlengkapan apa yang harus anda penuhi terlebih dahulu. Saran ini tidak hanya untuk anda yang memiliki dana terbatas, meskipun dana anda mungkin sangat besar, menaati nasihat ini adalah sebuah tindakan yang bijak. Misalnya, ketika anda akan melahirkan, maka persiapkan perlengkapan bayi misalnya ember untuk mandi, pakaian, bedak, minyak, selimut, popok, pakaian, perlak, dan sebagainya. Anda tidak perlu sekaligus membeli stroller, boks bayi, dan sebagainya.

  1. Siapkan biaya darurat

Kita tentu saja tidak berharap hal-hal darurat terjadi dalam proses persalinan kita. Rasanya pasti akan dipenuhi dengan rasa panik karena kondisi genting yang harus segera diambil keputusan dengan cepat. Biaya darurat ini harus disiapkan untuk memastikan bahwa pengambilan keputusan ini tertundah begitu lama karena pertimbangan finansial anda. Anda bisa saja menganggarkan lebih dalam pos persalinan. Tetapi kadangkala ada kondisi finansial tertentu yang membuat itu tidak mudah dilakukan. Maka jauh-jauh hari anda sudah perlu mengajukan pinjaman entah dari koperasi, bank, ataupun kepada keluarga.

  1. Gunakan fasilitas dari pemerintah

Ini merupakan lanjutan dari tips nomor tiga mengenai administrasi pembayaran. Bagi anda yang memang memiliki anggaran yang terbatas untuk mempersiapkan proses persalinan ini, anda perlu benar-benar mengusahakan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dari pemerintah. Misalnya, anda bisa mengurus BPJS yang wajib dimiliki oleh tiap warga Indonesia. Ada prosedur yang perlu dilalui ketika menggunakan BPJS, misalnya, harus menggunakan fasilitas pertama bila tidak ada kelainan; kalau ada kelainan baru bisa dirujuk ke rumah sakit. Untuk operasi caesar di rumah sakit biasanya ditanggung BPJS, asal ada surat rujukan dari puskesmas. Selain itu ada pula program Jampersal (Jaminan Persalinan) yang dibentuk khusus oleh pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayinya.

  1. Memberikan ASI eksklusif

Sebenarnya tanpa memikirkan kondisi finansial pun seorang ibu diharapkan mampu menyediakan ASI eksklusif bagi anaknya paling tidak mulai dari bayi lahir hingga berumur enam bulan. Artinya, selama enam bulan tersebut bayi anda diharapkan hanya mendapatkan asupan makanan hanya dari ASI sang bunda. ASI adalah hal terbaik, selain kasih sayang, yang bisa diberikan seorang ibu kepada bayinya. Ia dipercaya akan membawa kesehatan dan perkembangan otak yang optimal bagi tumbuh kembang sang bayi. Dari sisi finansial, hal ini tentu saja menghemat pengeluaran paling tidak selama enam bulan karena tidak membeli susu untuk bayi. Hanya saja ada dua hal yang perlu diperhatikan: 1) gizi ibu menyusui harus sangat cukup, dan 2) pastikan sang bunda tidak memilki penyakit yang dapat ditularkan kepada anak melalui air susu.

Demikian artikel tentang 10 Tips Mempersiapkan Biaya Kelahiran yang bisa kami bagikan. Semoga mendorong anda untuk dengan matang mempersiapkan proses ini demi kelancaran persalinan yang anda sekeluarga harapkan.