10 Rahasia Sukses Orang Jepang

Saat ini kita mengetahui bahwa negara jepang adalah salah satu negara yang maju dan berjaya. Jepang juga merupakan negara yang perekonomiannya mengalami kemajuan di antara negara di asia. Meskipun Jepang pernah mengalami kekalahan di Perang Dunia II tahun 1945 atas dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki, namun tetap bisa bangkit dan berkembang menjadi negara yang maju. Mari simak rahasia sukses dari orang jepang!

  1. Hidup Hemat

Semangat untuk berhemat sudah menjadi keseharian dalam kehidupan orang Jepang. Mengingat biaya hidup yang cukup tinggi, orang Jepang sudah memiliki kebiasaan untuk berhemat. Sikap konsumerisme yang berlebihan sama sekali tidak ditemui dalam kehidupan orang Jepang. Kebiasaan ini didukung dengan kebijakan toko dan supermarket yang memberikan diskon setengah jam sebelum tutup.

  1. Mandiri

Masyarakat Jepang sudah terbiasa dilatih untuk mandiri sejak dini. Di Jepang, murid-murid SD diwajibkan untuk memperhatikan keperluannya sendiri. Bahkan, lulus SMA, orang Jepang sudah memiliki kebiasaan untuk tidak lagi meminta pada orangtua dan malah mengandalkan kemampuannya sendiri untuk mencari uang.

  1. Pantang Menyerah

Sikap yang satu ini memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Jepang. Sejarah mencatat Jepang merupakan salah satu negara kuat yang mampu menguasai sebagian besar wilayah di dunia, meskipun luas wilayahnya sangat kecil. Hal ini dikarenakan semangat juang yang tinggi dari para pemimpinannya. Setelah masa perang berakhir, nampaknya sikap itu terus dijalani turun temurun hingga saat ini. Terbukti ketika tragedi Tsunami beberapa waktu lalu menyapu hampir seluruh wilayahnya, Negeri Matahari Terbit ini mampu bangkit kembali dalam waktu yang tidak lama.

  1. Budaya Malu

Jika Anda melihat orang Jepang nampak seperti hidup individualis, bukanlah karena tidak peduli dengan sekitar. Sejarah mengatakan bahwa “tahu malu” adalah sikap bangsa Jepang. Jika di era samurai dikenal istilah ?ara Kiri?yang merupakan ritual bunuh diri bagi para samurai dan jenderal perang yang merasa gagal akan tugasnya dan tidak siap menanggung malu, maka di era modern ini para pimpinan/pejabat akan langsung mengundurkan diri karena rasa malu ketika gagal menjalankan tugasnya atau ketahuan terlibat korupsi.

  1. Menjaga Tradisi & Menghormati Orangtua

Meskipun perkembangan teknologi dan ekonomi Jepang sangat pesat, bukan berarti mereka menutup mata terhadap tradisi. Masyarakat Jepang dikenal sangat mencintai tradisinya, termasuk menghormati orangtua. Budaya minta maaf juga menjadi tradisi yang ada hingga sekarang, maka jangan heran jika begitu Anda menabrak orang Jepang tanpa sengaja, maka orang tersebut yang akan spontan meminta maaf lebih dulu. Masyarakat Jepang juga sudah kental dengan tradisi enggan berkata “tidak” ketika mendapat tawaran orang lain.

  1. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

  1. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

  1. Pekerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan ?gak memalukan?di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk ?ang tidak dibutuhkan?oleh perusahaan.

  1. Budaya Baca

Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.

  1. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.Ada anekdot bahwa ? orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok?

| updated

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *