10 Pelajaran dari Steve Jobs

Anda pasti sudah mengenal siapa itu Steve Jobs. Ya, dia adalah penggagas Apple yang barangkali salah satu seri gadgetnya berada di genggaman anda saat ini. Steve Jobs dianggap sebagai pengusaha yang sangat sukses dengan harta miliaran, serta menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda dalam menjalankan bisnisnya.

Apa bukti keberhasilannya? Seperti yang anda ketahui, desain produk Apple menjadi trend mark bagi desain-desain komputer terkini. Desain yang dikembangkan tentu saja minimalis, tipis, dengan kualitas kerja yang luar biasa. Selain itu, dirinya juga menjadi tempat bagi para pengusaha yang baru maupun yang berpengalaman untuk berguru mengenai bisnis. Kelihaian, kecerdasan, dan kekuatan mentalnya dalam sepak terjang dunia bisnis digital membuatnya memang pantas menjadi panutan.

Lantas, apa saja pelajaran dari Steve Jobs yang bisa kita adopsi dalam perilaku hidup kita sehari-hari? Berikut ini kami akan paparkan pelajaran yang bisa kita petik dari hidupnya.

Stay Hungry, Stay Foolish
Kutipan ini adalah kutipan paling terkenal yang disampaikan oleh Steve Jobs. Dia mengajarkan kepada kita untuk tetap ?apar?dan merasa ?odoh?untuk mengajarkan sesuatu. Dengan tetap merasa lapar dan bodoh, kita tidak akan pernah berhenti untuk melahap segala hal yang kita butuhkan. Kita akan selalu merasa butuh untuk mengembangkan diri kita dengan melahap pengetahuan. Artinya, memang kita diingatkan untuk terus belajar apapun dari siapa atau apapun. Begitu juga dengan pengembangan bisnis kita. Kembangkan terus dari 1 ke 2, perbaharui terus produk kita, tawarkan hal-hal baru kepada pasar. Perluas pasar dari lokal ke nasional, dari nasional ke seluruh dunia. Tidak ada batasan dalam mengembangkan bisnis dan segala hal dalam kehidupan kita sehari-hari. Genjot terus kemampuan anda, jangan pernah merasa kenyang.

Baca juga: Ciri-Ciri Orang yang Akan Sukses

We did?t build Mac for anybody, we build for ourselves.. We just wanted to build the best thing we could build

Siapa yang tidak mau berbuat dan mendapatkan hasil yang terbaik untuk diri sendiri? Bisa dipastikan tidak ada atau sangat jarang orang membatasi dirinya untuk mendapatkan yang terbaik. Hal inilah yang bisa kita petik dari Steve Jobs dari kutipan di atas. Karena untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan sangat baik, dia dan perusahaannya tentu akan membuat sebaik mungkin produknya hingga dapat digunakan dengan maksimal. Dengan berorientasi pada kebutuhan diri, kita tidak akan terjebak oleh perasaan ?iperbudak?oleh keinginan orang lain. Dengan kata lain, kita akan menjadi bangga ketika berpikir ?enjadi Tuan atas diri sendiri.?Nah, semangat ini yang akan membuat kita berusaha sebaik mungkin, sekeras mungkin, tanpa harus melihat dengan cemas persaingan dari produsen lain. Lagipula, dengan membuat yang terbaik bagi diri sendiri, produk kita dipastikan akan lulus dan disenangi. Anggaplah, ketika kita bingung menggunakan produk kita, begitu juga dengan pengguna produk itu nanti.

Thing don? have to be change the world to be important.

Steve Jobs mengungkapkan kata-kata ini dalam konteks teknologi, kaitannya dengan perubahan-perubahan yang ada di dunia. Kita boleh saja berpikir luas dan memiliki impian besar, tetapi ketika merencanakan sesuatu, mulailah dari hal yang paling dekat dengan diri kita. Dia mengatakan teknologi adalah seperti sebuah hadiah. Teknologi digunakan untuk berbagi, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain atau kebutuhan lain. Kita diajarkan untuk menjadi kecil, tanpa harus mengkhawatirkan betapa besar pengaruhnya terhadap orang lain apalagi dunia. Jadi dalam konteks itu teknologi barangkali tidak diciptakan untuk mengubah dunia secara keseluruhan, tapi paling tidak mengubah dunia anda. Dari kutipan itu kita diajarkan untuk menjadi cerdas dengan mengerti posisi kita terhadap dunia.

Most people have no concept of how an automatic transmission works, yet they know how to drive a car
Inilah yang terjadi pada sebagian besar dari kita. Steve Jobs menganalogikan bagaimana kita bisa mengendarai mobil ke mana-mana, tanpa kita harus mengetahui bagaiamana transmisi otomatis bekerja. Bukankah kita seringkali mengalami hal demikian? Kita mengerti bagaimana cara menggunakan sesuatu, tanpa kita tahu bagaimana alat itu bekerja. Barangkali anda bertanya-tanya, apa untungnya bagi kita untuk mengetahui cara kerja suatu alat? Toh kalau rusak kita bisa datang ke tempat servisan untuk membetulkan. Maksudnya bukanlah demikian, cara kerja adalah analogi untuk menggantikan makna mengetahui keseluruhan sistem. Dengan mengetahui sistem, kita bisa dengan tepat mengidentifikasi di manakah letak permasalahan, serta menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan mengetahui cara kerja, kita diajarkan bukan hanya untuk menggerakkan, tetapi juga untuk menciptakan sistem. Itulah salah satu kunci untuk berbisnis dengan sukses seperti diajarkan Steve Jobs.

I want put a ding to the universe

Steve Jobs barangkali memaknai ?ing?ini dengan sebuah ?enyok?kecil di bodi mobil. Ketika kita melihat mobil mewah yang mulus, kita akan menjadi peka terhadap sebuah penyok kecil tersebut. Penyok itu kecil, tidak mendominasi bodi mobil, tetapi bagaimana bisa terlihat dengan jelas? Hal ini karena bodi mobil itu sebagian besar memang mulus, sedangkan ada satu bagian penyok. Jadi memang penyok itu berukuran kecil, tetapi dia terlihat berbeda. Nah, dari perkataan ini kita diajarkan untuk membuat mimpi yang besar, dengan eksekusi yang fokus dan efektif. Dia mengingatkan kita untuk memulai dari hal kecil dengan memberikan inovasi-inovasi baru dari produk kita, pastikan hal tersebut menawarkan perbedaan yang mencolok dari barang lain yang serupa. Kita tidak perlu berpikir hal-hal besar, cukup membuat perubahan kecil yang mencolok, dan jika waktunya tepat, hasilnya bisa kita lihat pada produk-produk Apple yang kini laris dan digunakan di seluruh dunia.

..It? hard for them to tell you what they want when they?e never seen anything remotely like it.. (seen before) z/strong>

Kalimat ini memang nyata keluar dari pemikiran yang cerdas. Seringkali orang tidak bisa mengidentifikasi dengan jelas apa yang mereka butuhkan. Mereka seringkali baru bisa mengidentifikasi dan merasa butuh ketika kita sudah melihat alat yang bisa melakukan sesuatu. Artinya, ada peluang besar bagi kita untuk menciptakan kebutuhan orang lain. Ya, menciptakan kebutuhan. Bukankah itu luar biasa? Seperti yang diajarkan di atas, mulailah dari diri sendiri. Kita memahami kebutuhan diri kita, menciptakan yang terbaik untuk diri kita, lalu tawarkan kepada orang lain. Barangkali awalnya orang tidak akan merasa butuh akan hal-hal seperti itu, tapi ketika orang menyadari kemampuan yang ditawarkan, kebutuhan akan muncul dengan sendirinya. Pemikiran ini layaknya mendorong kita untuk terus melaukan produksi yang inovatif, tanpa harus khawatir barang ini akan laku atau tidak. Kalaupun gagal, jangan menyerah, bagaimanapun anda sudah melakukan langkah yang lebih maju dari orang lain.

Design is not just what it looks like and feels like. Design is how is works.

Apa artinya desain bagus jika tidak bisa berfungsi dengan maksimal? Inilah yang dipikirkan Steve Jobs dengan produk-produk ciptaannya. Desain produk bukanlah sekadar kreativitas untuk membuat karya seni yang indah. Desain produk adalah keindahan yang bercampur dengan kemudahan fungsi bagi pengguna untuk menggunakan produk tersebut dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Lebih dari itu, desain produk menekankan juga pada bagaimana produk tersebut bekerja dengan desain yang tepat. Steve Jobs mengajarkan kepada kita untuk selalu memikirkan desain tersebut dengan matang sehingga dapat digunakan dengan efektif. Masalahnya, seringkali dibutuhkan waktu dan energi lebih lama untuk menciptakan desain produk yang indah sekaligus berfungsi dengan efektif. Namun yakinlah bahwa waktu dan energi itu akan dibayarkan dengan harga yang sangat sesuai.

Discipline. To turn on really interesting ideas and fledgling technologies into a company that can continue to innovate for years, it requires a lot of disciplines.

Pernah mendengar nasihat ?isiplin adalah kunci keberhasilan? Steve Jobs juga mengajarkan kita mengenai hal ini. Kita diajarkan untuk mendisiplinkan diri dalam bekerja, dalam mengembangkan produk, dalam menciptakan inovasi-inovasi yang perlu kita berikan pada produk yang kita tawarkan kepada calon pelanggan. Disiplin tersebut haruslah memaksa diri kita untuk menepati jadwal dan rencana yang sudah kita tentukan untuk kebutuhan produk kita. Disiplin juga berarti tekun untuk menemukan hal baru, bertahan lebih lama dalam berpikir dan bertindak, serta tidak mudah lelah untuk menghadapi segala tantangan yang menghadang.

You can? connect the dots looking forward, you can only connect them looking backwards. so you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust somethingz/strong>
Hal yang diajarkan Steve Jobs dalam kutipan dirinya kali ini adalah soal keyakinan dan pengharapan yang tidak akan berhenti ketika kita menciptakan produk. Barangkali kita memang tidak bisa langsung menikmati apa yang kita perjuangkan saat ini, tetapi kita harus memiliki keyakinan dan pengaharapan yang tiada habisnya bahwa kelak kita akan buah manis dari pohon yang kita tanam dan rawat dengan penuh perhatian pada masa lalu dan saat ini. Pengharapan dan keyakinan itu akan menjadi tujuan kita di masa depan, akan tetap menjadi visi kita sehingga mengingatkan kita untuk tetap tekun bekerja. Menghubungkan titik di masa depan akan terjadi ketika kita sudah berada di masa depan tersebut. Untuk itu kuncinya adalah melakukan dengan sangat baik apa yang kita hadapi saat ini di tempat ini.

If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do to day? .. I know I need the change something.

Seperti nasihat lain yang sebelumnya ada, inti dari kutipan Steve Jobs ini adalah lakukan hal yang terbaik, seakan ini adalah hari terakhir dalam hidup anda. Bukannya kita diajarkan untuk mematikan harapan dengan tidak akan hidup sampai hari esok, tetapi dengan berpikiran bahwa ini adalah hari terakhir hidup kita, tentu kita akan menciptakan barang bagus yang membuat kesan dan kesan itu melekat hingga lama. Jika hari ini hari terakhir dalam hidup kita, tentu kita tidak akan menyia-nyiakan hari terakhir itu dengan membuat produk yang kita buat dengan setengah-tengah.

Nah, itu tadi beberapa pelajaran dari Steve Jobs yang bisa kita aplikasikan dalam dunia bisnis maupun kehidupan kita sehari-hari. Kesuksesan hidup dan kesuksesan finansial bukan hal yang tidak mungkin untuk kita raih. Silakan baca juga artikel lain mengenai tips-tips finansial dalam website ini.